Kamis, 9 April 2026

Pasien Positif Covid-19 di Batam Bertambah 6 Orang

Berita Terkait

batampos.co.id – Sempat menurun bahkan nol pasien pada hari sebelumnya, kasus Covid-19 di Batam kembali melonjak, Rabu (10/6). Kemarin terjadi penambahan enam kasus baru Covid-19. Dengan demikian, pasien Covid-19 di Batam per 10 Juni 2020 mencapai 164 orang versi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau.

Dari 164 pasien positif Covid-19 tersebut, dirawat 41 orang, yang dikarantina 48 orang, sembuh 64 orang, dan meninggal 11 orang. Kemudian PDP 568 orang (Dalam Pengawasan;198, Selesai Pengawasan;370), ODP 4744 orang (Dalam Pemantauan;1.961 dan Selesai Pemantauan;2.783 orang).

Sebelumnya, ada sekitar 200 sampel swab warga Batam yang sedang menunggu proses pemeriksaan. Hal ini disampaikan Wali Kota sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Batam, Muhammad Rudi dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (9/6).

“Daerah lain orang sakit yang minta diperiksa. Tapi di Batam, kita yang mencari orang sakit. Kita bentuk tim, lakukan penyisiran dengan rapid diagnostic test (RDT). Untuk yang reaktif, kita tes swab. Selain itu juga kita lakukan tracing terhadap kontak dekat pasien terkonfirmasi positif covid. Saat ini masih ada 200-an yang menunggu hasil tes swab dengan PCR (polymerase chain reaction),” tutur Rudi.

Kemudian, berdasarkan data Gugus Tugas Kota Batam, hingga 9 Juni telah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 618 sampel swab. Dari pemeriksaan tersebutlah didapatkan jumlah terkonfirmasi positif di Batam sebanyak 159 orang.

“Angka 159 itu memang terlihat banyak. Tapi itu karena kita mencari yang sakit, tidak menunggu orang sakit datang. Kita cari supaya bisa kita obati sampai sembuh. Saat ini sudah ada 64 pasien yang dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah RDT yang sudah dilakukan di Batam sebanyak 9.947 uji. Dengan jumlah terbanyak adalah orang tanpa gejala (OTG) yaitu 5.049 uji RDT. Selanjutnya RDT juga dilakukan terhadap 2.356 orang dalam pemantauan (ODP), 2.237 orang dengan risiko (ODR), serta 305 pasien dalam pengawasan (PDP).(*/uma)

Update