batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan waduk-waduk yang ada di Kota Batam.
Caranya adalah dengan melakukan pengawasan dan patroli oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) bersama Direktorat Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Lingkungan di sekitaran Daerah Tangkapan Air (DTA)
Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan, mengatakan, Kota Batam tidak memiliki sumber air baku selain dari air hujan.
Karena itu pihaknya terus melakukan pengawasan ekstra di DTA untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal. Sehingga dapat menjaga ketahanan waduk dan menjamin ketersediaan air baku.
“Ke depan air ini masih belum cukup dan kita akan cari pulau-pulau lain dan Pulau Galang nanti akan mempunyai 2 Dam salah satunya Sei Gong,” katanya, Jumat (12/6/2020).
Binsar menjelaskan, setiap pulau berpotensi memiliki sumber air. Dengan adanya sumber air atau waduk dapat memenuhi kebutuhan air bersih di sekitarnya.
“Itu semua akan ketemu di 2025, setalah waduk di Rempang-Galang dan Galang Baru dibangun,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya untuk menjaga ketahanan waduk dan menjaga kebutuhan air baku, pihaknya akan membawa air dari daerah lain.
Di antaranya dari Lingga dan Bintan.
“Kita memerlukan sumber air dari daerah lain. Seperti dari Lingga. Lingga memiliki air terjun yang kapasitasnya 4 ribu liter/detik,” paparnya.
Ia menjelaskan, BP Batam akan bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Pemkab Lingga untuk membuat Feasibility Study (FS).
“Sekarang kita sedang menyelesaikan DED (Detail Enginering Design,red) dan jika ini feasible air akan dikirim dari Lingga melalui pipa bawah laut,” tuturnya.
Ia menjelaskan, investasi tersebut memang sangat mahal. Karena harus menggunakan pipa bawah laut dengan panjang sekitar 100 kilometer agar sampai ke Galang Baru.
“Kemudian ada juga dari Dam Busung dan ini sudah dilaksanakan FS dan DED tinggal pembebasan lahan dan menunggu selesainya pembangunan jembatan Batam-Bintan,” tuturnya.
Karena lanjutnya dari Sei Busung ini akan melewati jembatan Batam-Bintan. Apabila proyek pembangunan jembatan tersebut disetujui pemerintah pusat dalam waktu tiga hingga empat tahun dan bersamaan dengan itu akan dilakukan pembangunan WTP di
Galang Baru.
“Dam Busung bisa memberikan kontribusi 2 ribu liter/detik dari Bintan ke Batam,” tuturnya.
Selain itu BP Batam kata dia, juga berencana membangun Dam Laut dan sudah ada dua lokasi yang sudah diselesaikan FSnya.
“Pertama Dam Laut di bawah Dam Duriangkang. Meliputi Pulau Tanjungsauh, Moi-moi dekat jembatan satu dan itu akan menjadi alternatif pengembangan wilayah Dam lautnya,” paparnya.
Dam Laut lainnya akan dibangun di bawah Dam Sei Gong. Menurutnya pembangunan Dam Laut dilakukan karena kebutuhan air pada 2045 diperkirakan dua kali lipat dari saat ini yaitu mencapai 7500 liter/detik.
“Inilah sumber-sumber yang akan kita kembangkan dan kedepan kita bisa lanjutkan untuk mengembangkan Barelang menjadi lokomotif pembangunan indonesia karena infrastruktur air dan lingkungan harus siap,” ucapnya.(esa/adv)
