batampos.co.id – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis tidak akan lama lagi menjabat, sebab ia akan memasuki masa pensiun sekitar 6 bulan ke depan. Saat ini sejumlah nama mulai muncul dan berpeluang menduduki kursi tertinggi di Korps Bhayangkara.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memandang ada 8 nama potensial yang bisa naik menjadi Kapolri. “Dari pendataan IPW, kedelapan nama itu terdiri dari lima jenderal bintang tiga (Komjen) dan tiga bintang dua (Irjen),” kata Neta kepada wartawan, Jumat (12/6).
Mereka adalah Komjen Rycko Amelza Andrianto (Kabaintelkam), Komjen Agus (Kabaharkam), Komjen Boy Rafly Amar (Kepala BNPT), Komjen Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim), dan Komjen Gatot Eddy Pramono (Wakapolri). Sedangkan untuk bintang dua yaitu Irjen Nana Sudjana (Kapolda Metro Jaya), Irjen Ahmad Lufti (Kapolda Jawa Tengah), dan Irjen Fadhil Imran (Kapolda Jawa Timur).
Ketiga jenderal bintang dua ini dipandang memiliki kesempatan karena sebelum Idham Azis pensiun ada dua jabatan jenderal bintang 3 yang pensiun. Yaitu Kepala BNN dan Sestama Lemhanas. Bahkan, jika menjelang 1 Juli posisi Kakorbrimob dijadikan bintang tiga, maka ada 3 peluang posisi jenderal bintang 3 yang bisa diisi.
“Sebab keberadaan Kakorbrimob dengan pangkat Komjen sudah disetujui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan tinggal menunggu penetapan dan pelantikan saja,” ucap Neta.
Dalam bursa calon Kapolri kali ini, IPW melihat ada tiga kelompok yang menonjol. Yakni kelompok Solo, kelompok Idham Azis, dan kelompok Netral yang dekat dengan semua pihak. “Yang menarik dalam dinamika teraktual di Polri, tiga kelompok yang sempat mendominasi putaran elite kekuasaan di Polri, saat ini sudah terkikis dan tersingkir dari putaran elite kekuasaan internal kepolisian,” jelas Neta.
Kelompok tersebut yakni kelompok Syafruddin (mantan Wakapolri), kelompok Tito Karnavian (mantan Kapolri), dan kelompok Budi Gunawan (Kepala BIN). Dalam sejumlah mutasi di era Kapolri Idham Azis, kelompok Syafruddin dan Tito perlahan tersisih dari putaran elite kekuasaan di kepolisian. Sementara kelompok Budi Gunawan tersisih di luar lembaga kepolisian, namun mendapat kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga.
“Apakah jenderal jenderal bintang tiga kelompok BG yang berada di luar Polri ini bisa kembali ke internal kepolisian dan masuk dalam bursa calon Kapolri, kita tunggu saja,” pungkas Neta.(jpg)
