batampos.co.id – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Kepri dan Batam menggelar Webinar (seminar daring) tentang implementasi New Normal di masa pendemi COVID-19 yang digelar di Gedung Politeknik Negeri Batam, Sabtu (13/6/2020).
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai pihak, representasi kelompok agama, pendidikan dan pelaku ekonomi bisnis.
Bahkan ada dari berbagai daerah, termasuk dari Lingga, Anambas, Bintan dan luar Kepri antara lain dari Kabupaten Meranti dan Kota Bogor Jabar.
Seminar daring yang bertemakan Kesiapan Implementasi New Normal dalam Perspektif Medis, Keagamaan, Pendidikan dan Sosial Ekonomi di Kota Batam) menghadirkan empat pembicara utama yang berkompeten di bidang masing-masing.
Yakni dr Syamsul Rizal (dokter RS Ahmad Tabib Provinsi Kepri), H. Luqman Rifai, S.Ag ( Ketua Ikatan Persuadaraan Imam Masjid/IPIM Kota Batam), Hendri Arulan, S.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam), dan Dr. Suyono Saputro, SE., MM (Kadin Kepri/Dosen UIB) dengan dipandu Mohamad Irfan Sekretaris PC ISNU Batam.
Pembahasan diawali dengan pengantar yang disampaikan Ketua PW ISNU Kepri, Dr H Muhammad Zaenuddin.
Menurutnya, ISNU Kepri dan Batam sangat terpanggil untuk menggelar seminar daring ini karena dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberi solusi untuk menjadi acuan bagi pemegang kepentingan dalam pelaksanaan New Normal di tengah wabah COVID-19 di Kota Batam.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan para pembicara untuk memberikan materinya, begitu juga dengan para peserta yang sudah meluangkan waktu dan memberi masukan meski hanya lewat daring.

Sementara itu dr Syamsul Rizal dalam pemaparannya menjelaskan tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat yang sudah disosialisakan kepada seluruh masyarakat melalui lembaga yang resmi, apalagi mnejelang memasuki New Normal.
Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan wabah COVID-19 bukannya hilang malah justru muncul gelombang kedua COVID-19.
“Ini yang tidak kita ingin terjadi,” katanya.
Selanjutnya perlu ada pemerikasaan secara ketat dalam suatu kelompok masyarakat melalui rapit test, nanti akan ketahuan. Sehingga nantinya bisa dipetakan dan langsung dinterpensi.
Sedangkan Luqman Rifai menjelaskan bahwa dalam catatannya setidaknya ada 7 keputusan fatwa MUI yang telah dikeluarkan di era pendemi COVID-19, hal itu dilakukan tidak lain demi kemaslahatan umat agar bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Meski dalam praktiknya di lapangan fatwa MUI dan surat edaran pemerintah tidak semua dijalankan di lapangan. Dalam laporan IPIM Kota Batam katanya setidaknya ada 15 persen yang berbeda pendapat dengan fatwa MUI dan surat ederan pemerintah tersebut.
Padahal dalam ajaran Islam khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sudah menjadi acuan bahwa ketetapan hakim mestinya menghilangkan perbedaan yang ada.
Ini belum disadari sepenuhnya masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaannya.
Soal pembatasan aktivitas di rumah ibadah sejak wabah COVID-19 ini memiliki dampak sosial ekonomi yang luar biasa.
“Beberapa imam masjid sejak beberapa bulan ini tidak bergaji karena tak ada lagi pemasukan melalui infaq masjid, operasional masjid juga terputus dan lain-lainnya,” ungkapnya.
Dalam implentasinya menjelang di New Normal yang harus dilakukan menurutnya, adalah edukasi dan pembiasaan diri. Misalnya, selalu menggunakan masker, dan mencuci tangan dan lainnya.
Kemudian adalah pengawasan yang ketat tentang penerapan protokol kesehatan di masjid dan kegiatan keagamaan lainnya.
Selain itu, lanjut Luqman berdasarkan surat edaran Ditjen PKH tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah COVID-19 harus dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan ketat.
Jika tidak maka hewan kurban harus disembeli di rumah potong hewan (RPH). Jika setiap masjid tetap harus menyembeli hewan qurban di lingkungan, maka panitia penyembeli hewan kurbab diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
“Ini menjadi masalah dan akan terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menyebutkan hingga saat ini, proses belajar mengajar bagi siswa belum bisa dilaksanakan seperti biasanya.
Berdasarkan surat edaran kementerian pendidikan proses belajar mengajar di rumah masih berlangsung hingga tanggal 13 Juli 2020, kemungkinan besar akan diperpanjang jika melihat kondisi di lapangan masih seperti ini, namun untuk jelasnya masih menunggu surat edaran dari kementerian pendidikan.
Kemudian soal PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Batam secara online hingga saat ini masih terus berjalan, karena waktunya terbilang panjang hingga 26 Juni 2020.
Bagi orang tua calon siswa yang sulit mengakses lewat online, pihaknya memberikan solusi dengan membuka pendafran PPDB via WA.
“Pihak sekolah akan menfasilitasi orang tua untuk melakukan pendaftaran melalui WA ke nomor operator sekolah. Nomor operator sekolah dapat dilihat di spanduk yang terpasang di setiap sekolah. Caranya orang tua cukup memngirim berkas foto copy KK dan Akte Lahir ke nomor WA sekolah masing-masing,” jelasnya.
Kemudian Dr.Suyono Saputro memaparkan dalam sistem ekonomi ketika satu sistem bermasalah maka akan berdampak ke sistem yang lain.
Covid-19 sangat mengganggu ritme ekonomi dunia saat ini. Kita tahu saat ini banyak usaha yang tutup, banyak pekerja yang dirumahkan. Ini menyebabkan alur peredaran uang makin terhambat.
Nah kalau ini dibiarkan berlama-lama bukan hanya pendapatan pemerintah dari sektor pajak yang berkurang, tetapi semua tatanan ekonomi akan terdampak.
Inilah satu penyebabnya pemerintah akan segera menerapkan new normal, sehingga roda ekonomi tetap jalan, yang tadinya karyawan di rumahkan bisa kembali bekerja dengan membiasakan tatanan yang baru, namun tetap mengacu pada protokol kesehatan.
“Penerapan physical distancing dan setiap keluar rumah harus menggunakan masker itu sudah harus menjadi budaya dengan kondisi saat ini,” katanya.
Kini sudah saatnya membiasakan diri melakukan aktivitas go virtual. Proses peralihan harus dijalani.
Suyono mengakui dampak COVID-19 yang besar pengaruhnya adalah di sektor pariwisata, dan sektor ini diprediksi akan mengalami recovery yang lama bila di banding dari sektor-sektor yang lain.(*)
