Senin, 6 April 2026

Sektor Pariwisata di Batam Mati Suri Selama Tiga Bulan, Direktur Eksekutif BTPB: New Normal Memang Harus Dieksekusi

Berita Terkait

batampos.co.id – Mulai hari ini Senin (15/6/2020), Pemko Batam menerapkan tatanan hidup normal baru (new normal). Hal ini menjadi angin segar bagi kebangkitan sektor pariwisata.

Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board (BTPB), Edi Sutrisno, mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Pemko Batam tersebut.

Ia mengatakan, dengan semua beraktivitas normal, akan menghidupkan kembali sektor pariwisata.

“New Normal memang harus dieksekusi. Sektor wisata sudah mati suri hampir tiga bulan berjalan sejak Covid-19 merebak,” ujarnya, Minggu (14/6/2020).

Ia menjelaskan, para pelaku usaha pariwisata terutama para pengelola amenitas seperti hotel, resort, golf course serta sentra wisata, sejak Covid-19 mulai mewabah, telah antisipatif dengan mengimplementasikan protokol kesehatan.

Terlebih bagi amenitas yang memiliki customer long stay, seperti hotel, apartemen, juga resort.

“Mereka lama sebenarnya sudah melakukan praktik new normal. Kalau tidak, tidak akan mungkin tamunya akan tetap stay. Apalagi kebanyakan para ekspatriat, mereka tentu sangat peduli akan higinitas dan kesehatan,” ujarnya.

Wisatawan asal Singapura berfoto bersama dengan latar belakang landmark Welcome To Batam. foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Terkait new normal ini, bergandengan tangan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, BTPB pun tengah menggesa penyelesaian pembuatan movie campaign ihwal protokol kesehatan pariwisata Batam.

“Saat bersamaan, kami dan Disbudpar aktif mengimbau teman-teman pelaku pariwisata untuk segera menyiapkan materi promo berisi protokol kesehatan di setiap amenitas yang dikelola,” jelasnya.

“Kami BTPB pun siapkan tim jikalau ada pelaku yang memerlukan bantuan untuk menyiapkan materi promo sehingga hasilnya lebih komprehensif, aplikatif dan adaptif,” katanya lagi.

Sekarang ini, lanjut Edi, sebaik-baiknya promosi adalah promo berwujud protokol kesehatan.

Ini telah dilakukan di hampir semua negara. Goalnya kata dia, mengedukasi wisatawan bahwa amenitasnya telah siap menaja protokol lesehatan. Goal kedua, sebagai reminder, agar destinasi mereka selalu dalam ingatan.

Kendati hingga kini Permenkumham nomor 11 Tahun 2020 terkait larangan wisman masih diberlakukan, kata dia, semua pihak memang mau tidak mau harus sudah bersiap mengimplementasikan new normal.

“Mungkin fase yang sekarang lebih ditujukan pada wisatawan domestik. Tapi tak masalah, yang penting kita sudah siap dengan protokol kesehatan itu. Jadi, nanti ketika border telah dibuka, kita tidak tergagap-gagap,” ujarnya.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan, untuk memastikan semua pelaku pariwisata siap menjalankan new normal, pihaknya sudah menyebar surat kesanggupan sebagai pegangan dan para pelaku pariwisata menjalankan protokol kesehatan.

“Beberapa kali kita pastikan, alhamdulillah semua siap mendukung dan semua menerapkan protokol kesehatan,” ujar Ardi.

Ia membeberkan, pihaknya juga sudah membuat protokol kesehatan yang perlu diterapkan di sektor pariwisata.

Bahkan, protokol kesehatan sektor pariwisata ini dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain.

“Ini tanda kesiapan kita untuk bangkit lagi setelah melewati masa kelam sektor pariwisata akibat Covid-19,” katanya.(*/esa)

Update