batampos.co.id – Teriakan minta tolong dari pilot pesawat tempur Hawk 209, Lettu Pnb Apriyanto, membuat warga yang berada di sekitar lokasi kejadian kaget.
Salah satunya warga yang mendengar teriakan tersebut adalah Hotma Nurjana. Dia lantas bergegas keluar rumah.
Saat itu Hotma melihat Lettu Pnb Apriyanto terkapar di tanah. Rupanya, kursi lontarnya mendarat di atap rumah warga.
Apriyanto sendiri jatuh terguling-guling ke tanah. Lokasinya sekitar 300 meter dari tempat pesawat jatuh.
Warga langsung menolong Apriyanto. Indra Kusuma, seorang warga yang turut menolong Apriyanto, mengaku membantu membuka helm di kepala sang pilot.
Saat helm terlepas, wajah Apriyanto terlihat pucat dan lemas. Meski begitu, tidak ada luka serius.
”Saya lihat hanya memar di bagian mata. Kami kasih salep dan minum,” terangnya.

Sementara itu, beberapa warga di sekitar lokasi kejadian menyatakan melihat benda terbakar di udara sebelum pesawat jatuh.
”Saya melihat seperti api terbang di langit dan terdengar seperti suara keras. Ternyata pesawat jatuh di perumahan,” ujar Abu Bakar, warga setempat.
Tak berselang lama, sejumlah personel TNI-AU dari Lanud Roesmin Nurjadin tiba. Mereka langsung mengamankan dan menjaga area di sekitar pesawat tempur itu terjatuh.
Kemudian disusul kedatangan beberapa mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Pekanbaru serta TNI-AU.
Satu rumah yang rusak adalah milik Amir Hamzah. Kerusakan ada di bagian belakang rumah yang dipakai untuk dapur.
”Di sana tidak ada barang, hanya mesin air,” ungkap Roni Tuah, putra Amir Hamzah.
”Rumah itu rencananya disewakan. Makanya sekarang lagi kosong,” imbuhnya.
Latihan pesawat tempur berujung kecelakaan Senin (15/6/2020). Pesawat Hawk 209 yang bermarkas di Pangkalan Udara TNI-AU Roesmin Nurjadin itu jatuh ketika hendak landing.
Dua rumah rusak berat tertimpa pesawat. Untung, pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail masih sempat menyelamatkan diri.
Lokasi jatuhnya pesawat memang berada di kawasan permukiman warga. Tepatnya di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.(jpg)
