batampos.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam kini fokus pada pengendalian penyebaran Covid-19 di Batam. Terutama memutus mata rantai penyebaran di cluster-cluster yang berpotensi besar penyebarannya, jika tak dikendalikan. Salah satu yang menjadi fokus pengendalian Tim Gugus Tugas adalah cluster baru Pasar Toss 3000 Jodoh.
“Kita usahakan jangan ada penambahan lagi. Sekarang beberapa klaster masih terus bertambah. New normal bisa berjalan sukses jika ini selesai,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi usai menggelar pertemuan bersama pelaku usaha, Selasa (16/6).
Hingga saat ini, di cluster Pasar Toss 3000 sudah 13 orang terinfeksi Covid-19. Berpotensi membesar mengalahkan klaster HoG Eden Park, jika tak bisa diatasi, mengingat Pasar Toss 3000 pusat pertemuan semua pedagang dan pembeli di seluruh Batam.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Dandim Batam terkait penanganan dan metode yang akan diterapkan menangani persoalan Covid-19 di Pasar Toss 3000, yang menjadi salah satu cluster penyumbang kasus positif terbanyak,” kata Rudi.
Rudi juga mengaku sudah memanggil pengelola pasar, namun belum juga terselesaikan. Ia menyebut, saat ini ada sekitar 2.500 pedagang di pasar tersebut. Dibutuhkan peralatan rapid test yang tidak sedikit. Untuk itu, pihaknya meminta bantuan kepada pengusaha agar bisa membantu pengadaan alat untuk rapid test.
“Untuk menyelesaikan ini butuh bantuan semua pihak. Baik tenaga maupun peralatan,” sebutnya.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan, setelah berdiskusi dengan pelaku usaha, ada beberapa opsi yang disampaikan yang akan diambil untuk pengendalian Covid-19 di cluster Pasar Toss 3000 Jodoh.
“Perwakilan dari pengelola pasar hadir tadi (kemarin, red). Saya sudah sampaikan ada 13 kasus positif di pasar tersebut. Mereka juga takut karena adanya penambahan kasus di sana. Untuk itu, semua saran dan masukan yang disampaikan dalam diskusi akan ditampung dulu,” ujarnya.
Amsakar menjelaskan, Pasar Toss 3000 merupakan sumber pendistribusian komoditas di seluruh Batam. Hal ini juga menjadi pertimbangan dalam mengambil tindakan yang akan diambil dalam pengendalian Covid-19 di klaster tersebut.
“Kalau ditutup kita harus pikirkan bagaimana nasib ribuan orang yang menggantungkan mata pencaharian mereka di sana. Namun, melihat grafik penambahan pasien Covid-19 dari klaster itu, ada kekhawatiran dan harus ditangani dengan cepat,” terangnya.
Ia melanjutkan, ada opsi untuk menutup pasar dan dilakukan sterilisasi, agar bisa membunuh virus yang berada di area pasar. Menurutnya, penutupan bisa dilakukan selama tiga hari dengan penyemprotan disinfektan setiap harinya.
“Apapun opsi yang disampaikan akan ditampung semua. Tujuannya tidak lain adalah memutus penyebaran virus Covid-19 di Pasar Toss 3000 ini,” katanya. (*/jpg)
