batampos.co.id – Peneliti Oxford University ”menemukan” obat untuk menekan angka kematian pasien Covid-19. Bukan obat baru memang. Tapi, obat lama yang diuji coba ulang untuk mengetahui efektivitasnya. Yaitu, dexamethasone, sejenis obat steroid.

Dexamethasone punya banyak keunggulan jika dibandingkan dengan obat lain yang diuji coba untuk pasien Covid-19. Harganya murah dan mudah didapatkan. Selain itu, kemampuannya menekan angka kematian jauh lebih tinggi.

’’Ini satu-satunya obat sejauh ini yang mengurangi risiko kematian dengan signifikan. Ini adalah terobosan besar,’’ tegas Kepala Peneliti Profesor Peter Horby seperti dikutip Agence France-Presse.

Penelitian yang dimulai Maret lalu itu dibiayai pemerintah Inggris dan pendonor pribadi. Salah satunya adalah Bill and Melinda Gates Foundation. Dilansir Associated Press, penelitian itu melibatkan 11 ribu pasien di Britania Raya.

Sebanyak 2.104 pasien dipilih secara acak untuk dirawat dengan dexamethasone. Sebanyak 4.321 pasien lainnya mendapatkan perawatan seperti biasanya dan pasien sisanya diberi obat HIV combo lopinavir-ritonavir, obat antibiotik azithromycin, obat antiradang tocilizumab, atau injeksi plasma milik pasien yang sudah sembuh dari Covid-19.

Hasilnya, mereka yang mendapatkan dexamethasone berpeluang lebih besar menghindari maut. Risiko kematian pasien Covid-19 yang memakai ventilator turun dari 40 persen menjadi 28 persen saja. Risiko kematian pasien yang membutuhkan suplai oksigen juga turun dari 25 persen ke 20 persen. Sebanyak 19 di antara 20 pasien bahkan berhasil sembuh tanpa harus dilarikan ke rumah sakit.

Para peneliti menegaskan bahwa seandainya saja obat tersebut sejak awal pandemi dipakai untuk para pasien di Inggris, sekitar 5 ribu nyawa barangkali bisa diselamatkan.

Dexamethasone sejatinya sudah dipakai untuk mengurangi inflamasi. Obat tersebut bisa menghentikan kerusakan yang mungkin muncul ketika sistem imun tubuh bekerja berlebihan untuk memerangi virus SARS-CoV-2. Reaksi itu disebut badai sitokin dan bisa berujung kematian.

Peneliti utama Profesor Martin Landray mengungkapkan bahwa dexamethasone sangat murah dan mudah didapatkan. Obat tersebut bisa menjadi terobosan bagi negara-negara miskin yang memiliki anggaran minim untuk mengobati pasien. ’’Jadi, pada dasarnya untuk menyelamatkan pasien hanya butuh GBP 35 (Rp 620 ribu),’’ ujar Landray.

Landray menegaskan bahwa rumah sakit bisa memberikan obat tersebut kepada pasien tanpa harus menunggu lebih lanjut. Namun, dia meminta agar masyarakat tidak membeli sendiri dan memakainya di rumah.(jpg)