batampos.co.id – Para pelaku pariwisata di Kota Batam memaparkan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di tempat usahanya dihadapan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, pada era tatanan hidup baru atau New Normal, Selasa (16/6/2020).
Seperti Radisson Golf dan Convention Center Batam, perwakilan dari pelaku hotel di Kota Batam itu sudah menerapkan prosedur pencegahan sejak Covid-19 memasuki wilayah Indonesia dan Kota Batam.
“Kami telah melakukan social distancing, wajib diperiksa suhu tubuh bagi tamu, ada jarak antara pengunjung dengan pengunjung lainnya, meningkatkan kebersihan area hotel dan fasilitas umum. Di kamar tamu seperti telpon yang digunakan tamu, ac akan dibersihkan secara reguler,” kata Director Business Development Radisson Golf dan Convention Center Batam, Surianti.
Di area lobi hotel kata dia, ada kaca antara tamu dan karyawan. Tamu dan karyawan pun lanjutnya diwajibkan menggunakan masker. Bahkan kata dia, kunci yang diberikan kepada tamu juga sudah dibersihkan dengan disinfektan.
“Semua area disediakan hand sanitizer. Semua kamar disediakan hand sanitizer sehingga tamu bisa mengantongi hand sanitizer,” jelasnya.
Sementara area gym, pihaknya memberikan jarak dan dibersihkan dengan disinfektan dan pengguna baru wajib mematuhi prosedur yang telah ditetapkan.
Sementara itu, perwakilan Restoran Golden Prawn 933, Joko, menyampaikan pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan dan pengunjung.

Tamu kata dia, wajib menggunakan masker dan saat memasuki area restoran tamu diminta untuk mencuci tangan di bawah air mengalir serta dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.
“Kami juga menerapkan jaga jarak antara tamu dengan tamu lainnnya, membayar dengan non tunai, terdapat pembatas atau tabir plastik di meja makan tamu, serta rutin menyemprotkan disinfektan,” jelasnya.
Selain itu pihaknya juga membatasi jumlah pengunjung.
“Cara makannya biasanya buffet sekarang dianjurkan memakai kotak,” tuturnya.
Hal yang sama juga dilakukan pengusaha cafe. Seperti di Rosteree Cafe tamu. Setiap wajib mencuci tangan dan menggunakan masker, karyawan rutin memberihkan furniture di cafe dan menyemprot disinfektan.
Mengecek suhu tubuh karyawan dan tamu, dalam satu meja diisi empat orang.
“Bagi tamu yang tidak memakai masker diberikan masker gratis dan makanan ditutup menggunakan plastik wrap sebelum dihidangkan kepada tamu,” jelas Karyawan Rosteree Cafe, Jafra.
Kemudian Delta Spa dan Healty Club Batam juga melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Sebelum tamu masuk diarahkan untuk sterilkan telapak sandal atau sepatu dengan cairan disinfektan dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.
Serta menyemprotkan hand sanitizer ke tangan tamu dan mengimbau tamu untuk melakukan Rapidtest. Pihak Delta Spa dan Healty Club Batam juga akan menganti sandal atau sepatu tamu dengan sandal yang sudah siapkan.
“Jika tamu order makan atau minum akan diwrapping dan tamu wajib pakai masker kalau tidak ada diberikan (gratis,red) serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala empat jam sekali,” kata karyawan Delta Spa dan Healty Club Batam, Hendra.
Sementara untuk karyawan, kata dia, dilakukan rapidtest secara berkala yaitu 7 hari sekali. Semua karyawan juga diwajibkan menggunakan masker dan face shield.
“Karyawan kita karantina dan tidak dianjurkan membeli makanan dari luar. Karena selama karantina kami sudah siapkan 1 hari 3 kali makan dan semua karyawan dilakukan cek suhu 1 hari 2 kali jika suhu di atas 37.2 maka karyawan tersebut akan diistirahatkan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, para therapis wajib menggunakan masker dan face shield saat membeirkan pelayanan kepada tamu. Masker yang digunakan para therapist lanjutnya hanya dipakai untuk satu kali treatmen. Setelah dipakai masker akan disobek dan diganti dengan yang baru.
“Dalam bekerja therapist akan membawa Hand Sanitizer dan digunakan harus di depan customer,” terangnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, untuk menyambut kehidupan normal baru (new normal) penyebaran Covid-19 harus dikendalikan.
Ia menjelaskan, terdapat 19 sektor usaha yang hadir menyampaikan penerapan konsep new normal di tempat usahanya. Rudi berharap konsep new normal yang dilakukan pengusaha sesuai dengan sektor masing-masing.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ardiwinata, mengatakan, selain pelaku pariwisata, sanggar seni di Kota Batam sudah disosialisasikan konsep new normal.
“Semua bidang yang ada di Disbudpar Kota Batam bergerak mensosialisasikan konsep new normal. Terakhir kami sosialisasi dengan pemilik travel agent di Kota Batam,” terangnya.(*/esa)
