Rabu, 8 April 2026

Syarat Terbang Ketat, Penumpang di Bandara Hang Nadim Belum Melonjak

Berita Terkait

batampos.co.id – Lonjakan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim belum terlihat sejak penerapan new normal pada 15 Juni 2020. Penyebabnya, syarat terbang yang terlalu ketat menahan orang untuk melakukan perjalanan.

Direktur Bandar Udara dan Teknologi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso mengatakan, penumpang sebelum new normal dan sesudahnya, tidak ada perbedaan. “Sama saja saya lihat. Tak ada naik atau turun, masih di angka seribuan orang,” katanya, Selasa (16/6).

Suwarso membeberkan, sebelum new normal, yakni 13 Juni, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 1.433 orang dan datang 1.076 orang. Hari berikutnya, 14 Juni, sebanyak 1.117 orang yang datang, dan penumpang berangkat sebanyak 1.280 orang. “Jumlah pesawat yang berangkat dan datang di kisaran 30-an,” ungkapnya.

Lalu, di hari pertama pelaksanaan new normal, penumpang yang datang sebanyak 904 orang dan berangkat sebanyak 1.353 orang. “Pesawat yang datang 15 dan berangkat 16,” sebutnya.

Di hari kedua new normal, Suwarso mengaku penerbangan berjalan lancar. Namun, masih ada juga penumpang yang menanyakan soal rapid test. “Jadi, ada yang menyangka new normal itu, normal seperti dulu, yang berangkat tanpa menunjukkan rapid test. Saya jelaskan dengan rinci ke penumpang,” ungkapnya.

Walaupun sudah diberlakukan new normal, namun kasus Covid-19 masih ada. Apalagi di Batam, yang jumlah kasusnya tiap hari bertambah. Pemberlakuan permintaan dokumen rapid test ini untuk membendung merebaknya Covid-19.

“New normal, kegiatan diizinkan pemerintah. Tapi dengan syarat-syaratnya, seperti untuk berangkat melalui bandara diminta memperlihatkan dokumen negatif Covid-19 berdasarkan rapid test,” jelasnya.

Suwarso menambahkan, jumlah rute dan penerbangan, juga belum normal di Hang Nadim. Masih banyak maskapai yang tidak menjalani sesuai frekuensi penerbangan yang dimilikinya. “Biasanya penerbangan di Hang Nadim di kisaran 68 penerbangan berangkat, 68 penerbangan datang. Tapi sekarang di kisaran 15 penerbangan berangkat dan 15 penerbangan datang,” ungkapnya.

Hingga kini, ada beberapa rute yang belum dilayani di Hang Nadim, yakni Bandung, Yogyakarta, dan Pontianak. “Selebihnya sudah, tapi ya seperti yang saya bilang tadi, frekuensinya berkurang,” terangnya. (*/jpg/uma)

Update