Minggu, 1 Februari 2026

5 Antibodi Covid-19 Telah Ditemukan Tim Ilmuwan Singapura

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim ilmuwan Singapura telah menemukan lima jenis antibodi Covid-19. Fungsinya untuk memblokir dan mencegah infeksi virus korona. Uji coba antibodi itu segera dilakukan pada manusia bulan depan.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (18/6), Organisasi riset dan pengembangan pertahanan Singapura, Rabu (17/6), menegaskan uji coba manusia untuk antibodi timbal, AOD01, akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang. Semuanya masih menunggu persetujuan dari Otoritas Ilmu Kesehatan seperti laporan DSO National Laboratories.

DSO mengatakan, para ilmuwannya telah melakukan skrining terhadap ratusan ribu sel B. Sel ini berperan dalam memproduksi antibodi untuk menyasar langsung pada patogen. Antibodi diambil dari sampel darah pasien Covid-19 yang pulih sejak Maret.

Para ilmuwan berhasil menemukan dua antibodi pertama dan pengujian dilakukan dalam waktu satu bulan setelah menerima sampel darah dari National Centre for Infectious Diseases dan Singapore General Hospital. Dua bulan kemudian, peneliti mengidentifikasi tiga antibodi lainnya.

Ini dilakukan dengan menggunakan teknik yang menyaring sel B secara bersamaan dengan virus hidup. Teknik ini mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Artinya akan lebih banyak antibodi yang dapat ditemukan. Teknik ini dikembangkan oleh DSO bekerja sama dengan Yongloo School, Fakultas Kedokteran dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Singapura.

Hasilnya cukup positif. Antibodi itu menunjukkan respons untuk menetralisir Covid-19. “Kelima antibodi ini terbukti dalam menghalangi infeksi dan efektif terhadap mutasi virus yang muncul selama pandemi,” kata DSO.

“Tahap penelitian kini sudah selesai. Studi kini masuk dalam fase praklinis, di mana tim sedang mempersiapkan antibodi timbal untuk produksi,” kata Ilmuan Peneliti Utama Dr Conrad Chan.

Jika uji klinis berjalan dengan baik, antibodi dapat menghentikan penyebaran virus ke paru-paru jika diberikan sebelum penyakit menjadi terlalu parah. Antibodi itu akan direspons oleh tubuh.

“Ketika Anda memberikan suntikan antibodi ke seseorang, antibodi kemudian akan beredar ke seluruh tubuh,” kata Dr Chan.

“Tetapi dengan memiliki antibodi yang beredar di tubuh Anda, Anda dapat mencegah virus menginfeksi paru-paru,” tambahnya.

Antibodi ini nantinya harus diberikan kepada pasien setelah mereka didiagnosis positif Covid-19 dan sebelum jatuh dalam kondisi sakit parah. Antibodi juga dapat diberikan untuk mencegah infeksi.

“Dengan mencegah orang masuk ke ICU, kita bisa menyelamatkan sumber daya rumah sakit dan layanan kesehatan,” katanya.(jpg)

Update