Senin, 20 April 2026

Monitoring dan Evaluasi PRB, BPJS Kesehatan Minta Para Pihak Optimal

Berita Terkait

batampos.co.id – Untuk memastikan peran dari berbagai pihak optimal dalam melaksanakan Program Rujuk Balik (PRB), BPJS Kesehatan mengundang Personal in Contact (PIC) PRB dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), dan apotek mitra BPJS Kesehatan Cabang Batam dalam kegiatan monitoring dan evaluasi PRB melalui zoom meeting pada hari Selasa (16/6/2020).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, Yusrianto, mengatakan, bahwa setiap pihak baik itu FKTP, FKRTL dan apotek memiki peran
masing-masing dalam program ini. Karena itu diperlukan koordinasi yang baik antar pihak dan komitmen untuk menjalankan program tersebut.

“FKRTL berperan untuk merekrut peserta PRB, FKTP memastikan peserta PRB menjadi peserta aktif, dan apotek memastikan peserta patuh dengan mengambil obat secara rutin,” kata Yusrianto.

FKRTL dalam hal ini rumah sakit dan klinik utama harus mencapai 85% dari target yang diberikan oleh BPJS Kesehatan dalam hal merekrut peserta PRB.

Hal ini menurut Yusrianto harus diperhatikan oleh masing-masing FKRTL mengingat pencapaian rekrutmen peserta sampai dengan Desember akan menjadi salah satu pertimbangan kelanjutan kerjasama di tahun yang akan datang.

BPJS Kesehatan mengundang Personal in Contact (PIC) PRB dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), dan apotek mitra BPJS Kesehatan Cabang Batam dalam kegiatan monitoring dan evaluasi PRB melalui zoom meeting pada hari Selasa (16/6/2020). Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

Peserta yang direkrut oleh FKRTL itulah yang kemudian harus dilayani dengan baik di FKTP maupun apotek. FKTP harus memastikan peserta menjalankan pengobatan sesuai dengan diagnosa PRB dan mendapatkan layanan yang baik di FKTP.

Dalam hal peserta tidak datang, FKTP diharuskan untuk melakukan kontak kepada peserta yang bersangkutan.

“FKTP harus melakukan kontak dengan pasien, jika tidak datang maka FKTP harus menghubungi dan melakukan edukasi kepada pasien,” kata Yusrianto.

Selain FKRTL dan FKTP, apotek juga memiliki peran untuk memastikan peserta mengambil obat secara rutin dan memastikan ketersediaan obat sehingga meminimalisir keluhan peserta terkait tidak tersedianya obat di apotek.

Klinik Kimia Farma Kampung Utama adalah salah satu FKTP yang mencapai nilai di atas 70% untuk peserta PRB aktif yaitu 93% di bulan Mei 2020.

Dihubungi oleh Tim Jamkesnews, Maria Wina selaku penanggung jawab Klinik Kimia Farma mengatakan bahwa pihaknya rutin menghubungi peserta setiap bulan.

“Yang kami lakukan untuk pasien PRB, kami langsung menghubungi pasien untuk mengambil obat jika sudah waktunya,” kata Maria.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya membangun hubungan saling percaya dengan peserta PRB sehingga pihaknya tidak merasa kesulitan untuk memberikan edukasi kepada peserta.

“Kami membangun hubungan saling percaya dengan pasien. Kami menghubungi pasien untuk mengambil obat, pasien pun mengerti,” kata Maria.(*)

Update