batampos.co.id – Wakil Menteri Desa dan PDTT, Budi Arie, masa pandemi Covid-19 turut menaikkan angka kemiskinan di Desa. Ia menyebut, selama 3 bulan masa pandemi, orang miskin di desa bertambah hingga lebih dari 5 juta orang. Budi menyebut, sebelumnya angka kemiskinan di desam meningkat dari 14,96 juta jiwa menjadi sekitar 20,06 juta jiwa.
“Pandemi Covid-19 mengakibatkan munculnya lebih dari lima juta “Orang Miskin Baru” di desa-desa seluruh Indonesia,” kata Budi, kemarin.
Padahal pada kenyataannya, kasus positif tertular pandemi Covid-19 di desa jauh lebih kecil dari di kota. Ini membuat desa memiliki kemampuan bergerak lebih cepat untuk bangkit. “Potensi pergerakan ekonomi desa sangat besar untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” jelas Budi.
Selain program Jaring Pengamanan Sosial (JPS) termasuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD), kawasan perdesaan memiliki potensi untuk program Ketahanan Pangan, melalukan transformasi dan revitalisasi Bumdes dengan berbagai produk unggulan desa. “Program Padat Karya Tunai (PKT) di Desa juga berfungsi untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” jelas Budi.
Budi menjelaskan, Kementrian Desa telah bekerja sama dengan berbagai kementrian dan lembaga untuk menanggulangi hal ini. Di antaranya dengan melaksanakan program intensifikasi pertanian di 1,8 juta hektar lahan transmigrasi.
“Selain berguna menjaga ketahanan pangan, juga mengurangi ketergantungan impor khusus nya produk-produk pangan. Kita harus mandiri. Bangsa ini mampu. Desa bisa di andalkan untuk memproduksinya,” ujar Budi. (*/jpg)
