Rabu, 29 April 2026

BP Batam akan Bangun Depo Kontainer, Ini Manfaatnya untuk Para Pengusaha

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam akan membangun depo kontainer di Pelabuhan Batu Ampar.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Nelson Idris, mengatakan, keberadaan
depo kontainer diyakini akan mengurangi ongkos logistik dari Batam menuju daerah tujuan ekspor.

“Rencana pembangunan depo kontainer akan menggunakan dua lahan milik BP Batam seluas 10 hektare dan 3,99 hektare,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Ia menjelaskan, depo kontainer atau area penampungan kontainer sementara, mutlak sangat diperlukan untuk menekan biaya logistik Batam menuju daerah tujuan eskpor yang selama ini dikeluhkan sangat mahal oleh para pengusaha.

”Penyebab tingginya biaya logistik karena tidak tersedianya area kontainer kosong yang memenuhi standar internasional,” katanya.

Seorang pekerja sedang memindahkan kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menjelaskan, aktivitas bongkar muat barang antara Batam dengan Singapura, sebenarnya sangat ramai. Tapi, banyak perusahaan asal Singapura enggan
menitipkan kontainernya di Batam.

Di samping itu, kata dia, pengusaha di Batam mau tak mau harus mengeluarkan ongkos ekstra untuk menitipkan kontainernya di Singapura karena Batam tidak memiliki depo kontainer

Selain itu Pelabuhan Batu Ampar hingga saat ini juga belum bisa dirapati kapal-kapal besar sehingga membuat kontainer atau barang-barang lainnya harus dimuat dalam
kapal-kapal kecil agar bisa dibawa ke Singapura.

“Tata cara peletakan kontainer di Batam juga tidak benar. Kontainer sebenarnya tidak boleh langsung diletakkan di tanah karena bisa menyebabkan kontainer rusak,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu juga yang membuat pengusaha Singapura tidak mau meletakkan kontainernya di Batam karena cara penempatannya yang salah.

Nelson mengatakan, area depo kontainer nantinya bisa dimanfaatkan sebagai area
depo peti kemas, stuffing/stripping, pembersihan dan perbaikan kontainer.(esa)

Update