batampos.co.id – Rencana penutupan pasar Tos 3000 Jodoh dibatalkan karena dikhawatirkan akan menganggu kebutuhan komoditas pangan masyarakat di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, rencana penataan ulang pasar Tos 3000 untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan menutup total, batal dilakukan sekaligus
dalam tiga hari.
Penataan akan kata dia, akan dikerjakan bertahap. Menurutnya, hal itu dilakukan karena pasar Tos 300 merupakan titik pendistribusian komoditas bahan pangan seperti sayur, aneka bumbu serta lauk pauk untuk semua pasar yang ada di Batam.
”Itu solusi terbaik yang diambil sekarang. Tadi, Gustian (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan/Disperindag, red) sudah lapor dan jelaskan mekanisme penataan, agar tidak mengganggu kebutuhan komoditas masyarakat,” katanya, Jumat (19/6/2020).
ia menjelaskan, jadwal penataan sebelumnya direncanakan 22 Juni mendatang. Namun, hal itu akan dibahas kembali di pertemuan terakhir di Polresta Barelang bersama semua unsur yang akan turut membantu penataan.

”Saya nanti akan turun juga meninjau lokasi tersebut. Senin nanti saya bersama Pak Wakil (Wali Kota, Amsakar Achmad,red) akan turun. Agar permasalahan ini segera selesai,” tuturnya.
Sementara Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, penataan tetap ditargetkan selama tiga hari. Penataan ulang pasar akan dilakukan bergilir sesuai dengan blok yang ada di pasar.
”Bloknya sudah ada di sana. Jadi, nanti kita bersihkan per blok,” jelasnya. Pihaknya mencoba mencari solusi agar aktivitas pasar tetap berlangsung meski penataan dilakukan.
”Blok yang ditutup saja yang libur jualan, sedangkan lainnya tetap buka,” sebutnya.
Tim kata dia, sudah turun ke lapangan mengukur pasar, dan menyesuaikan dengan jarak dan jumlah pedagang yang ada di sana. Hasil kata dia, diketahui ada 1.904 pedagang di pasar tersebut.
”Kami hitungnya dengan jarak satu meter dan dibandingkan dengan total pedagang yang ada. Sudah kami petakan semua,” tambahnya.(jpg)
