batampos.co.id – Pertumbuhan penduduk di Kota Batam yang terus meningkat membuat pemerintah kesulitan untuk mengolah limbah rumah tangga atau domestik.
Karena dasar itu pula Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama investor Korea Selatan, Hansol, membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Pembangunan IPAL pada tahap pertama dilakukan di kawasan Batam Centre diperkirakan selesai pada Desember 2020.
Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, dengan dibangunnya IPAL pemerintah akan lebih mudah mengolah limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari masyarakat Kota Batam.
“Limbah domestik akan diolah di WWTP yang berada di Bengkong Sadai dan hasil olahannya dapat kembali digunakan untuk air baku,” jelasnya, Senin (22/6/2020).

Dengan IPAL lanjutnya akan memisahkan limbah baik bilogis maupun kimiawi dari air. Dengan begitu air limbah domestik dapat kembali digunakan untuk aktivitas lainnya.
“Tujuan utama pembangunan IPAL di Batam adalah untuk menjaga waduk dari limbah domestik dan kualitas perairan pantai,” tuturnya.
Dengan adanya IPAL, lanjutnya, akan meningkatkan estetika lingkungan. Dengan begitu investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Kota Batam.
“Sektor pariwisata kita juga akan lebih baik karena lingkungan , drainase dan perairan atau pantai menjadi lebih bersih,” jelasnya.
Tidak hanya itu IPAL dapat menghasilkan pupuk siap pakai dan dapat digunakan utnuk menghijaukan Kota Batam.
Saat ini lanjutnya sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.
BP Batam kata dia, berencana akan membangun 11 ribu pipa sambungan rumah.
Dengan begitu pengolahan limbah domestik bisa lebih maksimal dan keuntungan lainnya bagi masyarakat adalah tidak perlu lagi rutin untuk menyedot WC.(esa/adv)
