batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam mulai memanfaatkan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTDP) yang dikelola Pemko Batam terkait dengan corona virus disease (Covid-19).
Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah, mengatakan, setelah line telepon tersebut dibuka hingga saat ini sudah 50 lebih laporan yang masuk terkait Covid-19.
“Informasi yang disampaikan masyarakat melalui 112 ini beragam. Termasuk seputar Covid-19, informasi yang masuk juga bermacam-macam,” katanya, Senin (22/6/2020).
Azril mencontohkan, informasi yang disampaikan melalui 112 seperti adanya warga yang baru pulang dari luar daerah dan luar negeri.
Saat informasi itu diterima, lanjutnya, Kota Batam sudah memiliki kasus terkonfirmasi positif covid-19.
“Mungkin karena kasus pertama kita merupakan orang yang baru pulang dari bepergian, jadi warga mulai peduli terhadap sekitarnya. Ketika ada tetangga yang baru pulang dari luar Batam, warga lainnya melaporkan supaya ada petugas yang memantau kesehatannya,” tutur Azril.
Selain itu kata dia, banyak juga warga melaporkan tetangganya yang memiliki gejala seperti covid-19.
Misalnya demam, batuk, sesak napas, meriang, pilek, mencret, hingga hilang kesadaran atau pingsan.
“Di bulan Maret itu banyak juga telepon yang masuk untuk mendaftar sebagai relawan covid-19. Memang 112 difungsikan juga untuk relawan itu,” ujarnya.
Laporan lain yang masuk, kata Azril, adalah terkait orang yang berkumpul-kumpul.
“Informasi seperti ini banyak masuk di bulan April dan saat itu Pemerintah Kota Batam sudah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat,” paparnya.
Seperti anak-anak mulai sekolah dari rumah serta diberlakukan bekerja dari rumah atau work from home, serta beribadah di rumah.
“Jadi di bulan April itu informasi yang masuk sudah seputar orang yang berkumpul, ada yang di perumahan, ada yang di tempat ibadah. Padahal pemerintah sudah meminta warga untuk stay at home dan menghindari kegiatan dengan jumlah orang lebih dari 10,” paparnya.
Sementara di bulan Mei, laporan yang masuk terkait Covid-19 ini sebagian besar mengenai orang yang diduga terpapar.
Bahkan ada warga yang secara sadar melaporkan bahwa ia telah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif.
“Ia lapor bahwa pernah kontak fisik dengan pasien covid dan sedang mengalami gejala sesak napas berat,” paparnya.
“Untuk laporan-laporan terkait orang dengan gejala seperti ini kita langsung koordinasi dengan tenaga kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dari lokasi terlapor. Sedangkan untuk yang berkerumun kita langsung koordinasi dengan Satpol PP,” terangnya lagi.(*/esa)
