batampos.co.id – Bulan Juni biasanya sudah mulai musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun berbeda dengan Batam, Juni ini malah sering diguyur hujan. Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyebut bahwa fenomena hujan di bulan Juni adalah sesuatu yang lumrah untuk wilayah Batam. Fenomena cuaca ini selalu terjadi setiap tahunnya.
”Mei dan Juni memang puncak. Namun kini, intensitas hujan akan semakin turun,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, Senin (22/6).
Ia mengatakan, potensi hujan ringan, sedang dan lebat, masih tetap ada. Namun, tidak akan sesering beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, saat ini kelembapan udara masih tetap tinggi, ditambah lagi suhu permukaan laut yang masih hangat. Sehingga, pembentukan awan konvektif masih akan terus terjadi.
”Makanya saya bilang tadi, potensi ada. Namun intensitasnya tidak sesering beberapa waktu lalu. Sudah mulai menurun,” ungkapnya.
Penurunan intensitas hujan ini akan terus terjadi hingga akhir Juni. Dan memasuki Juli, intensitas hujan juga akan semakin sedikit. Hingga akhirnya, hanya terjadi hujan ringan yang bersifat lokal.
”Seperti saya selalu bilang, Batam ini non zone, jadi tidak mengenal musim, selalu ada hujan. Namun intensitasnya saja berbeda-beda setiap bulannya,” tuturnya.
Di kala hujan deras ini, Suratman mengatakan, gelombang masih terbilang cukup aman. Untuk wilayah perairan Batam sendiri, gelombang masih di bawah satu meter. Sedangkan di daerah-daerah lain, tinggi gelombang di kisaran 1,2 hingga 1,3 meter. ”Hujan di daratan tidak terlalu mempengaruhi tinggi gelombang,” pungkasnya.(*/jpg)
