Jumat, 1 Mei 2026

Warga Batam, Ini Skema Pengerjaan dan Hasil Pasokan Air yang Diperoleh Dari IPAL

Berita Terkait

batampos.co.id – Berdasarkan Detail Engineering Design (DED) limbah domestik yang diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpusat di Bengkong Sadai awalnya akan langsung dibuang ke laut meski sudah memenuhi baku lingkungan.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, Kota Batam sangat memerlukan sumber air baku, karena itu limbah domestik yang telah diolah di IPAL dan memenuhi standar mutu lingkungan akan dikembalikan ke waduk Duriangkang.

“Nantinya akan dipasang sejauh 9 kilometer dari pusat IPAL di Bengkong Sadai ke waduk Duriangkang,” katanya, Selasa (22/6/2020).

Ia menjelaskan, tidak hanya mendapatkan sumber air baku baru, dengan adanya IPAL akan menghasilkan pupuk kompos yang dapat menghijaukan Kota Batam.

“Jumlahnya bisa 18 m3/hari,” jelasnya.

Selain itu kata dia, ke depannya air yang berada di saluran drainase terutama di samping IPAL akan diolah dan dialirkan kembali ke dam Duriangkang bersamaan dengan air hasil olahan limbah domestik.

Infografis by aliibenk/batampos.co.id

“Jadi lumayan banyak air baku tambahan untuk masyarakat Batam, dari olahan IPAL ada (air baku,red) sekitar 230 liter/detik,” tuturnya.

Sehingga dapat mengatasi krisis air baku di Kota Batam. Ia melanjutkan, pembangunan IPAL pada tahap pertama dilakukan di kawasan Batam Centre dan diperkirakan selesai pada Desember 2020.

“Tujuan utama pembangunan IPAL di Batam adalah untuk menjaga waduk dari limbah domestik dan kualitas perairan pantai,” tuturnya.

Dengan adanya IPAL, lanjutnya, akan meningkatkan estetika lingkungan. Dengan begitu investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Kota Batam.

“Sektor pariwisata kita juga akan lebih baik karena lingkungan, drainase dan perairan atau pantai menjadi lebih bersih,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.

BP Batam kata dia, berencana akan membangun 11 ribu pipa sambungan rumah.

Dengan begitu pengolahan limbah domestik bisa lebih maksimal dan keuntungan lainnya bagi masyarakat adalah tidak perlu lagi rutin untuk menyedot WC

Iyus juga menegaskan, dengan adanya IPAL dapat menjaga kualitas air baku dari pencemaran limbah domestik dan mencegah menjamurnya eceng gondok di waduk.(esa/adv)

Update