batampos.co.id – Hingga hari ke 13 dilakukannya hujan buatan oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, tinggi air di Dam Duriangkang naik signifikan.
Koordinator Lapangan TMC Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sutrisno, mengatakan, saat ini air di Dam Duriangkang naik setinggi 37 sentimeter.
“Secara keseluruhan semua Dam di Batam mengalami kenaikan,” katanya, Rabu (24/6/2020).
Ia menjelaskan tim TMC bersama BMKG terus melakukan briefing untuk mengamati awan yang dapat disemai flare hygroskopic ICE chrystal atau biasa dikenal dengan kembang api.
“Dalam briefing kita akan menentukan target wilayah dan awan yang akan disemai,” tuturnya.

Ia menjelaskan keberhasilan TMC juga sangat ditentukan oleh arah angin. Sehingga kata dia, apabila awan sudah berpindah atau tidak berada di atas waduk, penyemaian akan ditunda.
Menurutnya, dalam sehari pihaknnya penerbangan yang dilakukan tim TMC untuk menyemai awan hanya dua kali.
Sutrisno menjelaskan, dalam satu kali penerbangan untuk menyemai awan pihaknya memerlukan waktu sekitar satu jam lebih.
“Pelaksanaan (penerbangan,red) hanya bisa dilakukan sampai jam 5 sore,” katanya.
Total tim TMC yang bertugas untuk membuat hujan buatan di Batam berjumlah 13 orang.
Ia juga menjelaskan, kenaikan elevasi air dam-dam di Kota Batam saat dilakukan TMC diharapkan dapat digunakan hingga datangnya musim penghujan.(esa)
