batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan melakukan penataan pedagang pasar Tos 3000 selama lima hari setelah merebaknya kasus positif Covid-19 di pasar itu. Penataan dimulai dengan sosialisasi terlebih dahulu, setelahnya baru dilakukan penataan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, menyebut penataan pasar Tos 3000 dimulai Senin 29 Juni mendatang. Penataan lapak pedagang akan menggunakan pola 2B dengan ukuran 2×2 meter. Ukuran ini menyesuaikan dengan total pedagang yang ada di pasar.
”Kami hanya mengukur saja, kalau bagian yang mengatur pedagang itu urusan pengelola,” kata Gustian Riau, Selasa (23/6).
Proses penataan pasar mengalami penundaan, karena menentukan jadwal kesepakatan antara pengelola, pedagang, dan personel yang nanti akan turun membantu penataan. Minggu ini, tim mulai menggelar sosialisasi kepada pedagang.
”Jadi akan ditata per blok. Hari pertama kita akan tata blok A dan B. Begitu selanjutnya. Penataan ini membutuhkan waktu lima hari karena bertahap,” ujarnya.
Penataan hari pertama akan langsung bersamaan dengan kegiatan rapid test pedagang oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam. Nantinya, ada 500 pedagang di blok tersebut yang akan dites. ”Penataan ini akan menjadikan pasar sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, termasuk jarak hingga pintu out (keluar) dan in (masuk). Jadi, akses masuk pasar dibatasi,” jelasnya.
Diketahui, setelah munculnya 13 kasus Covid-19 di Pasar Toss 3000 Jodoh, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan menutup pasar terbesar di Batam itu selama lima hari. Penutupan ini untuk sterilisasi dan penataan ulang agar sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Sudah disepakati bersama dalam rapat bersama pengelola, puskesmas, Polsek Lubukbaja, Danramil, serta aparat yang akan membantu penataan pasar nantinya,” ujar Gustian Riau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kamis (18/6).(*/jpg)
