batampos.co.id – Amerika Serikat harus berjuang keras untuk menahan laju penularan Covid-19. Terbaru, AS melaporkan kasus baru harian dengan angka yang mengejutkan yakni 35.900 kasus baru hanya dalam sehari. Separuh dari 50 negara bagian AS mengalami lonjakan kasus secara drastis.

Berdasar New Straits Times, jumlah infeksi Covid-19 di Amerika Serikat mendekati tingkat rekor harian, dengan lebih dari 35.900 kasus tercatat dalam 24 jam terakhir menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins. Angka itu membuat jumlah kasus di negara ini menjadi lebih dari 2,4 juta kasus.

Dilansir dari Wall Street Journal, Jumat (26/6), hampir setengah dari 50 negara bagian AS telah mengalami lonjakan infeksi selama dua minggu terakhir. Beberapa di antaranya seperti Texas dan Florida. Lalu negara-negara termasuk Arizona, Texas, Carolina Selatan dan Florida melaporkan kasus baru naik lebih dari 30 persen dalam seminggu terakhir.

Data Hopkins juga menunjukkan pada Rabu (24/6) ada 756 orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Kini korban tewas akibat Covid-19 di AS sudah lebih dari 124 ribu jiwa.

AS menjadi negara terparah di dunia dengan kasus terbanyak. Namun AS tak memberlakukan kuncian dengan alasan ekonomi. Lalu disusul oleh negara lain di benua Amerika yakni Brasil yang juga lebih mementingkan ekonomi.

Sementara itu diperkirakan lebih dari 20 juta orang di AS mungkin bakal terinfeksi virus Korona sejak awal wabah. Angka itu diukur berdasarkan hitungan pemerintah termasuk pada Orang Tanpa Gejala (OTG).

Prediksi dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) didasarkan pada pengujian serologi yang dilakukan untuk menentukan keberadaan antibodi yang mengindikasikan seseorang menderita penyakit tersebut. Angka tersebut adalah perkiraan berdasarkan jumlah kasus yang dikonfirmasi secara resmi.

Pejabat administrasi semakin khawatir tentang sejumlah besar kasus Covid-19 asimptomatik di antara orang muda. Banyak dari mereka mungkin tidak tahu bahwa mereka memiliki penyakit ini dan akibatnya dapat menyebarkannya ke individu yang lebih berisiko.(jpg)