Rabu, 8 April 2026

Pemko Batam Akan Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah, Begini Caranya…..

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemko Batam terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatn Pendatan Asli Daerah (PAD).

Salah satunya adalah dengan cara menyempurnakan Batam menuju smart city. Tidak hanya layanan saja, semua transaksi termasuk retribusi dan pajak kedepannya akan digarap secara digital.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, juga menginstrusikan penerapan digitalisasi tersebut.

Hal ini tak lain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tadi kita sudah menggelar rapat implementasi dan pengembangan transaksi nontunai di BI. Dan BI menawarkan Implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) menuju smart city,” ujar Sekda usai rapat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rabu (24/6/2020).

Tapping box yang dipasangkan dinas BP2RD Pemko Batam di tempat usaha yang menjadi objek pajak.
Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sekda mengungkapkan, saat ini Batam sudah menerapkan nontunai di sebagian sektor. Namun, beberapa sektor pajak dan retribusi daerah masih dalam bentuk tunai seperti parkir, sampah dan sebagainya.

Ia berharap, dengan mendengar arahan dan sejumlah program dari BI, pihaknya dapat dengan segera menerapkan transaksi nontunai di semua sektor di wilayah ini. Hal itu dinilai positif untuk memaksimalkan pendapatan daerah.

“Dengan penerapan sistem nontunai tentu semua akan tercatat jelas, transparan dan goalnya pendapatan daerah bisa maksimal,” ujar mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Batam tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi juga menggesa wilayahnya sebagai smart city. Rudi mengatakan, saat ini, hanya beberapa sektor saja yang baru menerapkan digitalisasi, khususnya untuk penerimaan daerah di sektor pajak.

“Dengan digitalisasi, terbukti sektor pajak bisa meningkat (sektor hotel, restoran dan hiburan) meningkat 30 persen dari 2018-2019,” ujar Rudi.

Untuk sektor itu, pihaknya sudah memasang tapping box atau alat monitoring transaksi usaha secara online yang dipasang di mesin kasir untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di tempat usaha.(*/esa)

Update