batampos.co.id – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Batam siap berada di garda terdepan menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
PP bersikap Pancasila sudah final sehingga tak perlu ada RUU HIP, yang dinilai politis untuk tujuan politis.
Pernyataan sikap penolakan MPC PP Kota Batam ini, digelar di Sekretariat MPC Pemuda Pancasila Jalan Bunga Raya, Komplek Pertokoan Wisma Prima No.7-8 Lubukbaja, Sabtu (27/6/2020) sore.
Hadir dalam pernyataan sikap ini, perangkat MPC PP se-Kota Batam seperti Komando Inti (Koti) Mahatidana Pleton I Garuda MPC PP, Srikandi PP, Pimpinan Anak Cabang (PAC) PP, pengurus ranting, dan anak ranting PP.
“Penolakan keras MPC PP se-Kota Batam ini, menindaklanjuti apa yang disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Pusat. Kalau ada ideologi-ideologi yang membelotkan Pancasila dengan dalih apapun, PP berada di garda terdepan. Apapun konsekwensinya,” tegas Ketua MPC PP Kota Batam, Darwin Sijabat kepada wartawan di sela-sela apel menolak RUU HIP.
MPC PP se-Kota Batam, kata Darwin sambil mengepalkan tangannya, tidak mau sedikitpun yang dirombak/ direvisi tentang Pancasila.
“Pancasila ya Pancasila, tidak boleh Trisila. Pancasila sudah final, dicetuskan oleh Bung Karno dan dirumuskan oleh pemimpin-pemimpin bangsa ini,” jelas Darwin.

Karena sudah final, simpul Darwin, agar jangan diutak-atik lagi siapapun manusianya.
“Jangan dibuat RUU HIP ini konsumsi politik. PP tak mau itu. Bangsa ini sudah menyatu dalam persatuan yang direkat oleh ideologi Pancasila. Jangan diganggu lagi,” pesan Darwin.
Jika ada yang mencoba-coba mengutak-atik Pancasila, lanjut Darwin, siap-siap berhadapan dengan PP di garda terdepan.
“Jangan karena RUU HIP menjadi instabilas negara yang kita cintai ini hancur. Pasal per pasal RUU HIP itu sudah kami telaah, sehingga kami menyatakan sikap menolak keras RUU HIP,” kata Darwin mengingatkan.
Komandan Komando Inti (Koti) MPC Pemuda Pancasila Kota Batam, Aston DM Hutapea, menambahkan, PP menolak RUU HIP disinyalir ada beberapa faktor seperti permainan politik yang patut diduga untuk tujuan-tujuan politis.
“Koti PP menolak RUU HIP, karena Pemuda Pancasila bukan Pemuda Trisila,” tegasnya.
Pancasila, lanjut Aston, diperjuangkan dengan penuh pengorbanan sampai tumpah darah, sehingga PP mengajak elemen masyarakat mempertahankan Pancasila sampai titik darah penghabisan.
“Sekali Pancasila, tetap Pancasila,” ujar Aston dengan suara keras mengepalkan tangannya.
Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kota Batam, Tata Sulistiyani, menilai, RUU HIP telah membuat rancu bagi masyarakat yang bisa menganggu ketenangan yang tanpa RUU HIP bangsa Indonesia tenang saja malah bergejolak dengan adanya RUU HIP.
“Jangan sampai masalah seperti ini memicu untuk perbuatan-perbuatan keresahan masyarakat. Ibu-ibu garda depan menolak RUU HIP,” tegas Tata.(*)
