batampos.co.id – Penanganan Covid-19 di setiap daerah Tanah Air menjadi sorotan lembaga survei. Terutama di daerah-daerah yang menjadi episentrum dari penyebaran virus korona tersebut.

Kebijakan-kebijakan kepala daerah tersebut ternyata berimpliksi pada isu Pemilu 2024. Hal itu sebagaimana dengan survei yang dilakukan NEW INDONESIA Research. Survei itu menyoroti wali kota, bupati, hingga gubernur.

Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research Andreas Nuryono mengatakan, isu korona yang terus mewarnai pemberitaan menjadi wacana publik dan bedampak politis. Implikasinya pada elektoral menuju Pilpres 2024 baik terhadap tokoh nasional maupun kepala daerah.

“Kinerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai terbaik oleh publik Indonesia dalam mengatasi corona,” kata Andreas Nuryono dalam siaran persnya pada Minggu (28/6).

Ganjar memuncaki opini publik dengan penilaian 23,0 persen, sedangkan Ridwan menyusul sebesar 16,8 persen. Berturut-turut di bawahnya gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (12,8 persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (9,3 persen), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (8,1 persen).

Selain itu, ada pula nama gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (4,5 persen), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (2,7 persen), Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (1,3 persen), dan gubernur Banten Wahidin Halim (1,0 persen).

Nama-nama lain tidak mencapai 1 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab 18,8 persen.

“Ketika diterjemahkan ke dalam tingkat elektabilitas, Ganjar dan Kang Emil menempati tiga besar menuju Pemilu 2024, bersama Prabowo yang masih paling tinggi,” lanjut Andreas.

Elektabilitas Prabowo sebesar 18,9 persen, sedangkan Ganjar dan Kang Emil masing-masing 14,3 persen dan 11,0 persen.

Andreas mencermati figur Kang Emil yang berhasil melewati Anies dengan elektabilitas 9,8 persen. “Hal ini tampak paralel dengan buruknya opini publik terhadap kinerja Anies dalam mengatasi korona. Sebaliknya Ganjar dan Kang Emil dipersepsikan terbaik kinerjanya,” jelas Andreas.

Di bawah Anies ada nama Sandiaga Uno (8,9 persen), Khofifah (4,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,7 persen), Risma (1,6 persen), Erick Thohir (1,3 persen), Mahfud MD (1,2 persen), Puan Maharani (1,1 persen), dan Susi Pudjiastuti (1,0).

Secara umum, faktor kinerja dan kepemimpinan yang merakyat serta terukur menjadi kunci keberhasilan Ganjar dan Kang Emil dalam meraih dukungan publik.

“Sebaliknya sosok seperti Anies tertinggal karena kinerjanya dinilai tidak konkret dan terjebak dalam narasi belaka tanpa realisasi nyata di lapangan,” tegas Andreas.

Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(jpg)