batampos.co.id – Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus melakukan pengembangan dari semua sisi pada 2020 dan panitia pengadaan KPBU pada 14 Februari 2019 telah mengumumkan hasil final komposisi peserta yang akan ikut di dalam pengembangan bandara Hang Nadim

Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Tehnologi Informasi Komunikasi (BUBU TIK) Hang Nadim Batam, Suwarso, menjelaskan pada tahun 2020 ada beberapa pengembangan yang akan dilakukan.

“Tahun ini ada beberapa rencana pengembangan di Bandara Hang Nadim,” jelasnya, Selasa (30/6/2020).

Ia menjelaskan pengembangan yang dilakukan yaitu pembangunan taxiway dan apron pada runway 04, pembangunan terminal cargo, pembangunan jalan akses terminal kargo, revitalisasi jaringan listrik terminal 1 dan overlay landasan pacu.

“Rencana proyek investasi pengembangan Bandara Hang Nadim yaitu pengembangan terminal 1 dan 2, kemudian terminal cargo dengan estimasi biaya USD 448 juta,” paparnya.

Saat ini kata dia, luas terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam 30 ribu m2 dan dapat menampung penumpang kurang lebih 5 juta orang/tahun.

Maskapai penerbangan parkir di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Dengan adanya perluasan ke arah sisi darat terminal 1 akan menambah daya tampung penumpang hingga 10 juta orang/tahun.

“Dengan adanya pengembangan terminal 1 luasnya akan menjadi 39 ribu m2 dari awalnya hanya 30 ribu m2,” tuturnya.

Kemudian lanjutnya, untuk di terminal 2 Bandara Hang Nadim pelaksanaan pembangunan gedung dilakukan selama 36 bulan.

Estimasi biaya pembangunan gedung terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam US$ 375 juta. Meliputi pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas 10 juta penumpang.

Fasilitas seperti 8 aviobridge, baggage handling system, flight information system, automatic docking guide system. Kemudian IT System dan konstruksi apron serta taxiway.

Sementara estimasi biaya pembangunan di terminal kargo sebesar US$ 44,4 juta.

Meliputi pekerjaan pematangan lahan, perpanjangan apron dan taxiway, gudang kargo 9.800 m2, infrastruktur eksternal, equipment dan IT System.

Ia menjelaskan, pengembangan Bandara Hang Nadim Batam menerapkan pola Kerjasama Pemerintan dengan Badan Usaha (KPBU).(esa/adv)