batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim menjadi salah satu pintu para penyelundup narkotika untuk membawanya ke luar Kota Batam.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Tehnologi Informasi Komunikasi (BUBU TIK) Hang Nadim Batam, Suwarso, menjelaskan, narkotika yang sering diselundupkan adalah jenis sabu.

Serbuk putih tersebut lanjutnya kerap disembunyikan oleh para penyelundup di dalam barang bawaan hingga tubuh.

Namun aksi mereka dapat digagalkan karena kejelian dari personel Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Ilustrasi narkotika jenis sabu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Tahun 2016 itu ada 9.572 gram sabu, 2017 sekitar 16 kilogram, 2018 sekitar 32 kilogram dan 2019 sekitar 27 kilogram. Ini hasil catatan kami,” jelasnya, Selasa (30/6/2020).

Ia menjelaskan, tidak hanya narkotika jenis sabu, beberapa kali personel Avsec juga mengamankan narkotika jenis pil ekstasi.

Pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan pengamanan di area Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Salah satunya dengan menambah kamera tersembunyi atau CCTv, X-Ray hingga body scanner.(esa)