batampos.co.id – Pandemi Covid-19 turut berdampak pada sektor pendidikan. Banyak mahasiswa kesulitan dalam urusan pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT) sampai biaya penelitian, imbas gelombang PHK pada para orang tua.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun telah mengambil tindakan. Sejumlah relaksasi diberikan berkaitan dengan pembayaran UKT. Mulai dari keringanan beban biaya sampai keringanan untuk mengangsur. Sayangnya, bagi mahasiswa tingkat akhir masih kesulitan dengan biaya penelitian. Peran swasta pun diharapkan bisa terlibat dalam pendidikan di Indonesia.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Axton Salim menuturkan, pihaknya siap berkontribusi. Terlebih, pihaknya sudah sejak 2006 telah membuka kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir untuk mendapatkan bantuan penelitian melalui beasiswa Indofood Riset Nugraha (IRN).

“Untuk pendaftaran beasiswa IRN tahun akademik 2020/2021 juga sudah kita buka,” ujarnya dalam dalam peluncuran IRN 2020/2021 bertema Milenial dan Penelitian Pangan era Kenormalan Baru Menuju Indonesia Maju pada akhir pekan ini.

Axton mengatakan, beasiswa ini terbuka bagi seluruh mahasiswa jenjang sarjana (S1) tingkat akhir semua jurusan. Dia memahami, bahwa penyelesaian riset atau tugas akhir ini sangat penting bagi mahasiswa sebagai syarat kelulusan dari perguruan tinggi

Karenanya, selain memberikan bantuan dana riset hingga Rp 20 juta per orang, pihaknya juga akan menyediakan sesi bimbingan. Mahasiswa akan langsung dibimbing oleh Dewan Pakar IRN. Diharapkan, dengan perpaduan kreativitas milenial dan bimbingan dari para pakar inj memungkinkan semakin banyak riset yang aplikatif.

“Sehingga bisa menjadi solusi bagi masyarakat, terutama untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Dia melanjutkan, untuk objek penelitian program IRN dapat meliputi sumber daya pangan lokal baik berasal dari darat maupun laut, aneka pangan sumber karbohidrat seperti serelia jagung, sorgum, gandum, dan aneka umbi, rempah-rempaj, kelapa dan kelapa sawit, hasil ternak, hasil laut dan perikanan, seta produk pangan unggul lainnya. Sedangkan bidang penelitian bisa berupa produksi (agro teknologi), teknologi (pasca panen dan pengolahan), kesehatan dan gizi masyarakat, serta bidang sosial ekonomi dan budaya.

“Syarat lainnya, penelitian paling lama satu tahun dan dilakukan di Indonesia. Serta, wajib menyertakan riwayat hidup mahasiswa dan dosen pembimbing,” jelasnya.

Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program ini, dapat mengirimkan proposal penelitiannya melalui laman resmi IRN atau mengirimkan email ke [email protected]. pendaftaran sendiri telah dimulai sejak 27 Juni 2020 dan ditutup pada 30 Juli 2020. Seluruh proposal tersebut nantinya bakal diseleksi ketat, baik seleksi administratif maupun seleksi substantif penelitian.

Dia berharap, di masa pandemi ini tidak menyurutkan kreativitas riset mahasiswa. Sehingga semakin banyak riset-riset unggul yang dihasilkan dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya saing bangsa, dan pada akhirnya dapat mendukung kemandirian pangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Pakar ekonomi pertanian dari Universitas Negeri Lampung Prof Bustanul Arifin menyampaikan, bahwa penelitian di bidang pangan sangat dibutuhkan saat ini untuk mengatasi dampak pandemi. Pasalnya, ada risiko krisis pangan yang diperkirakan bakal terjadi. Bukan lantaran lonjakan harga pangan tapi karena daya beli menurun dan ekonomi yang anjlok. Belum lagi persoalan akses pangan yang terganggu selama masa pandemi ini.

“Seperti yang sudah diperingatkan oleh FAO dan IFPRI. Karenanya penelitian di bidang pangan ini penting dam harus didorong,” ungkapnya. (mia/nar)