batampos.co.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) di Kepri yang akan dilaksanakan di Tanjungpinang sempat menuai polemik. Penyebabnya, para orang tua calon mahasiswa di Batam keberatan jika anaknya harus ke Tanjungpinang di tengah pandemi Covid-19.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Agung Dhamar Syakti mengatakan, pada prinsipnya Umrah siap untuk membuka lokasi Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) di Batam. Namun sampai saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto.

“Pada prinsipnya kita siap untuk menjawab keluhan orang tua calon mahasiswa. Namun keputusan di Pak Gubernur. Adapun usulan kami, pelaksaan ujian di Batam adalah pada phase 2, yakni 20-29 Juli 2020 mendatang,” ujar Agung Dhamar Syakti, Senin (29/6) di Tanjungpinang.

Menurut Agung, bagaimana teknisnya nanti proses seleksi ditengah pandemi Covid-19 ini nanti, pihaknya akan diskusikan terlebih dahulu tim gugus Covid-19 Provinsi Kepri. Mantan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Umrah tersebut menjelaskan, pendaftaran PMB akan dibuka pada pekan pertama Juli sampai akhir Juli. Menurutnya, sebelum waktu pendaftara tersebut dibuka, pihaknya sudah akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai teknis yang akan diterapkan.

“Kami sangat memahami kerisauan para orang tua calon mahasiswa yang berada diluar Tanjungpinang, khususnya Batam. Maka dari itu, sebelum kami membuat keputusan, akan meminta pertimbangan dari berbagai pihak, salah satunya tentu masukan dan saran dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri,” tegas Agung.

Senada dengan itu, Humas Umrah Tanjungpinang, Rendi turut menambahkan, Umrah belum bisa buat kebijakan kalau belum ada keputusan pemerintah daerah. Namun demikian, pihak Umrah sudah mengajukan usulan ke Pemerintah Pusat agar Batam bisa dimasukan sebagai lokasi UTBK di Kepri.

Belum lama ini, Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan pihaknya sudah meminta Rektor Umrah untuk mengirim tim ke Batam. Sehingga titik seleksi tidak hanya terbatas di Tanjungpinang saja. Menurutnya, saran tersebut untuk menjawab kerisauan para orang tua calon mahasiswa yang berada di Batam.

“Jika memang mereka kesulitan tempat, kita akan bantu fasilitasi. Sehingga kekkhawatiran para orang tua dapat diatasi. Apalagi ketakutan mereka adalah Batam masih Zona Merah,” ujar Isdianto, kemarin di Kantor Lurah Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang. (jpg)