batampos.co.id – Nasib baik dialami Raju Sarker, pria berusia 39 tahun asal Bangladesh. Dia berhasil sembuh dari Covid-19 setelah dirawat selama 5 bulan di Singapura. Saking lamanya sakit, berat badannya sampai susut 24 kilogram. Dia adalah salah satu pasien kritis yang nyaris meninggal akibat penyakit yang disebabkan virus Korona tersebut.

Tak ada motivasi lain yang membuat Raju tetap hidup. Tentunya demi istri dan keluarganya di Bangladesh. Istrinya baru saja melahirkan anak pertama mereka.

Raju sendiri mulai jatuh sakit pada bulan Februari. Dan setelah hampir 5 bulan dirawat, pada Jumat (26/6), Raju keluar dari Rumah Sakit Tan Tock Seng. Dia sembuh. Dan hadiah mungil menunggunya di Bangladesh yakni putranya yang sudah lahir sejak 30 Maret.

Setengah dari masa perawatannya dilakukan di ruang perawatan intensif seperti dilaporkan The Straits Times. Dia adalah bagian dari pekerja asing yang tertular virus Korona. Pada pertengahan Mei, dia dipindahkan ke pusat rehabilitasi TTSH.

“Pemulihan dramatisnya setelah dirawat lama di ICU mengejutkan para dokter,” kata seorang konsultan senior di departemen kedokteran pernapasan dan perawatan kritis di TTSH, dr Dr Benjamin Ho, seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (1/7).

Dr Ho mengatakan bahwa Raju Sarker adalah pasien yang sangat kritis ketika dirawat. Dan, bahkan nyaris meninggal. “Tekanan darahnya turun menjadi sangat rendah dan oksigenasinya sangat buruk. Kami pikir dia akan membutuhkan bantuan oksigen jangka panjang dan sangat khawatir bahwa dia akan menjadi salah satu kasus kematian dini di Singapura,” kata Dr Ho yang juga merupakan direktur ICU di National Center for Infectious Diseases (NCID).

Meski dalam kondisi kritis, Raju Sarker bertekad untuk pulih. Di pusat rehabilitasi, dia melakukan fisioterapi untuk membangun kekuatan dan kebugaran kardiovaskular. Dia juga melatih diri dengan terapis okupasi dan fokus pada perawatan diri, seperti mandi dan perawatan.

Bobotnya berhasil naik 10 kilogram dalam lima minggu di pusat rehabilitasi. Awalnya, dia membutuhkan bantuan untuk bergerak. Ahli fisioterapi senior Simon Lau mengungkapkan kondisi awalnya sempat lemah.

“Sempat cukup lemah karena tinggal lama di ICU. Tapi Raju Sarker sangat termotivasi, ingin melakukan latihan, pulih sendiri dan bahkan melakukan latihan sendiri saat beristirahat,” jelas Simon Lau.

Raju Sarker berolahraga setiap hari selama sekitar dua jam. Motivasi terbesar baginya untuk menjadi lebih baik adalah keluarganya. Dia pertama kali melihat putranya melalui obrolan video pada pertengahan April, yaitu seminggu setelah kondisinya membaik dan telah dipindahkan dari ICU ke ruang perawatan umum di TTSH.

Para perawat mengatakan dia selalu melihat-lihat foto keluarganya di teleponnya dan sering menelepon ke rumah. “Saya ingin melihat putra dan istri saya,” ungkapnya.

Virus Korona telah membuat tubuhnya mengalami gangguan kesehatan lainnya. Raju Sarker memiliki kadar garam dan magnesium yang rendah dan fungsi jantung yang buruk. Virus itu juga menginfeksi paru-parunya, dan menyebabkan masalah tiroid dan ginjal. Dia harus menjalani cuci darah untuk mendukung ginjalnya untuk sementara. Kini dia masih harus rutin kembali ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya.(jpg)