batampos.co.id – Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia yang terbang dari dari India ke Fiji meninggal mendadak setelah mengalami sesak napas. Menyusul kejadian tersebut, 13 kru pesawat Garuda Indonesia yang terdiri dari pilot, co-pilot, dan pramugari dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Galang.

“Pilot, co-pilot, dan semua kru pesawat akhirnya diganti kru baru. Pesawat sempat mendarat di Hang Nadim Batam bertukar kru yang baru, lalu terbang lagi menuju Fiji,” ujar Ketua Tim Gugus Tugas Penangganan Percepatan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi, Rabu (1/7).

Wali Kota Batam ini mengungkapkan, ke-13 orang tersebut sudah diambil sampel darahnya untuk uji rapid test. Hasilnya, semua nonreaktif. Namun, sesuai protokol kesehatan, semua kru yang ada dalam pesawat saat satu penumpangnya meninggal dunia, wajib menjalani karantina 14 hari. Mereka ditempatkan di RSKI Galang, Batam.

Saat ini, kata Rudi, mereka sudah berada di RSKI Galang menjalani karatina selama 14 hari ke depan. “Semua diganti dan dikarantina. Mulai dari pilot hingga pramugari. Karena pramugari ini sering berinteraksi dengan penumpang, makanya perlu langkah pencegahan melalui karantina,” jelas Rudi.

Senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi. Dia menyebutkan 13 awak maskapai tersebut menjalankan karantina di RSKI Covid-19 Galang.

“Itu pesawat carteran pemerintah Fiji, bawa warga negaranya dari India ke Fiji. Namun, ketika masih melintas di udara Thailand, salah seorang penumpang meninggal mendadak. Setelah itu pesawat landing di Batam sebentar, lalu tukar kru baru dan kembali terbang,” terangnya.

Didi mengaku mendapat kabar dari Pangkalan TNI AU Bandara Hang Nadim Batam, pukul 02.00 WIB, Senin (29/6), bahwa ada pesawat carter Garuda dengan kapasitas 100 orang dengan rute Medan-Fiji-India mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam karena ada penumpang WNA meninggal dunia dalam pesawat.(*/jpg)