batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas telah menganggarkan dana hibah kepada masing-masing penyelenggara pilkada tahun 2020 yang bersumber dari APBD. Dana hibah itu diberikan kepada KPU sebesar Rp 13,6 miliar, Bawaslu Rp 6,7 miliar dan Polres Kepulauan Anambas lebih kurang Rp 2 miliar untuk pengamanan.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Azwandi mengatakan terkait pencairan anggaran dana hibah tahap kedua itu penyelenggara pilkada saat ini belum menyerahkan Naskah Perjanjian Dana Hibah (NPHD).

“NPHD itu segera diserahkan mengingat waktu penyelenggaraan pilkada hanya tinggal lima bulan lagi,” sebutnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2020).

Lebih lanjut Azwandi mengatakan pemerintah daerah wajib mentransfer seluruh dana pilkada kepada penyelengara tersebut. “Sisanya lebih kurang 60 persen. Kan tahap pertama 40 persen dulu pada awal tahun sudah kita cairkan. Jadi kalau 5 bulan, terhitung bulan Juli kan,” kata Azwandi.

Pihaknya meminta kepada penyelengara pilkada tahun 2020 dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas agar segera mengusulkan atau menandatangani NPHD. Hal itu berdasarkan peraturan terbaru Menteri Dalam Negeri.

“Kalau tidak ada NPHD saya tidak berani mencairkan. Kami minta kemarin ada perubahan, perubahan isi dari pada NPHD itu. Itu kita minta segara diajukan,” tegasnya.

Azwandi menambahkan bahwa perubahan penggunaan anggaran pilkada itu karena Covid -19. “Jadi kita minta diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki bagaimana kita masukkan ke penganggaran,” jelasnya.

Pelaksanaan Pilkada Serentak kali ini dilaksanakan dengan protokol Covid-19. Karena itu akan ada kemungkinan kenaikan anggaran dalam pelaksanan pilkada.

“Potensinya naik. Tapi berusaha supaya anggaran tidak naik. Mungkin begini, ada sisi pengurangan misalnya, perjalanan dinas tidak banyak, bimtek-bimtek tidak banyak, sosialisasi tidak banyak,” tuturnya.

“Harapan pusat, anggaran yang dikurang itu bisa dialihkan ke belanja peralatan Covid seperti APD, masker. Itu harapan, tapi hari ini belum dapat kepastian,” imbunya.(fai)