batampos.co.id – Plt Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto yang juga ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau meminta agar Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK – SBMPTN) di Kepri memperhatikan protokol kesehatan. Oleh karena itu Isdianto meminta agar UTBK – SBMPTN di Kepri dilaksanakan di Batam dan Tanjungpinang.

“Dimasa pandemi covid-19 seperti saat ini, kita semua harus mengantisipasi agar virus corona tidak terus menyebar ke mana-mana. Makanya, saya minta agar ujian masuk PTN tidak diadakan hanya di satu tempat saja. Tapi adakan di Batam dan Tanjungpinang. Tujuannya agar para calon mahasiswa yang ikut ujian tidak menumpuk dan menimbulkan resiko tinggi penularan virus corona,” kata Isdianto.

Bagaimanapun juga, kata Isdianto proses penerimaan mahasiswa baru harus tetap dilakukan karena hal ini bagian dari upaya Pemprov Kepri dalam membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Namun, dalam kondisi seperti saat ini, faktor kesehatan juga harus diperhatikan, karena kenyataannya pandemi covid-19 ini belum berakhir dan harus diwaspadai bersama.

“Tentu kita semua mau agar anak- anak kita tetap bisa ikut tes masuk PTN, namun tanpa harus mengambil resiko tinggi. Mari kita bangun pendidikan, tapi kita juga harus menjaga kesehatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Agung Dhamar Syakti mengatakan, pada prinsipnya Umrah siap untuk membuka lokasi Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) di Batam. Namun sampai saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto.

“Pada prinsipnya kita siap untuk menjawab keluhan orang tua calon mahasiswa. Namun keputusan di Pak Gubernur. Adapun usulan kami, pelaksaan ujian di Batam adalah pada phase 2, yakni 20-29 Juli 2020 mendatang,” ujar Agung Dhamar Syakti, Senin (29/6) di Tanjungpinang.(*/cca/jpg)