batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 254 warga Kota Batam terserang Demam Berdarah Danguae (DBD) dari Januari hingga Juni 2020.

Kasi Dinas Kesehatan Kota Batam, Yantri, mengatakan, semua warga Kota Batam tersebut dinyatakan sembuh.

“Di tahun 2020 angka yang terkena DBD semakin menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya Jumat (3/6/2020).

Ia menjelaskan, pada Juni lalu jumlah warga Kota Batam yang tercatat terinfeksi DBD ada 69 orang.

Yantri mengatakan, masyarakat yang terpapar mayoritas terjadi di luar rumah. Seperti di tempat kerja atau sekolah.

Ilustrasi

“Kebanyakan ya seperti itu kasus DBD yang terkena di tempat kerja bagi yang dewasa untu yang terkena anak-anak paling banyak di sekolah dan lain-lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode yang dilakukan pihaknya untuk menghentikan DB adalah dengan cara fogging atau pengkabutan.

“Itu menjadi salah satu metode yang sering kita gunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah,” katanya.

Yantri menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan di rumah, di tempat kerja atau pun sekolah.

“Jangan lupa membuang sampah pada tempatnya di karenakan nyamuk bersarang ditempat yang lembab dan kotor,” pungkasnya.(nto)