batampos.co.id – Manajemen pelaksana program kartu prakerja memutuskan untuk menghentikan transaksi dan penjualan paket pelatihan yang ditawarkan mitra platform digital. Berdasar hasil evaluasi, pelatihan yang dijual bundling itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 3 Tahun 2020.

Pada Rabu (1/7), beredar surat yang berisi penghentian paket pelatihan kartu prakerja. Surat tersebut ditandatangani Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Surat itu ditujukan kepada mitra penyedia layanan yang menawarkan paket pelatihan. Yakni, Skill Academy by Ruangguru, Tokopedia, Pintaria, Bukalapak, MauBelajarApa, Pijar Mahir, dan Sisnaker.

Dalam surat itu disebutkan, penghentian seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan tersebut bertujuan agar pelaksanaan kartu prakerja sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Manajemen meminta seluruh mitra platform digital melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Termasuk mencabut dan menghentikan penjualan paket pelatihan. Namun, dalam surat tersebut tidak dijelaskan paket pelatihan apa saja.

Saat dikonfirmasi, Direktur Komunikasi, Kemitraan, dan Pengembangan Ekosistem Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky membenarkan adanya surat bertanggal 30 Juni itu. Menurut dia, bukan pelatihannya yang dihentikan, melainkan paket pelatihan yang dijual secara bundling.

’’Paketnya yang distop. Bukan pelatihannya. Kalau lebih dari satu pelatihan, dijual secara bundling (paket) ini distop. Alasannya, informasi penyelesaian paketnya tidak lengkap. Ini tidak memenuhi persyaratan Permenko 3/2020,” kata Panji melalui pesan singkat. Meski demikian, lanjut dia, platform digital bisa menawarkan paket pelatihan ke masyarakat di luar program kartu prakerja.

Menurut dia, pelatihan yang dijual bundling tidak bisa memastikan setiap peserta menyelesaikan seluruh kelas setelah mendapat insentif tunai. Akibatnya, tidak ada laporan penilaian dari peserta terhadap masing-masing instruktur maupun sarana-prasarana program pelatihan tersebut. Hal itu menyulitkan manajemen pelaksana menilai satu atau beberapa jenis pelatihan dalam tiap-tiap paket. Hal itu sesuai dengan salah satu hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, platform mitra program kartu prakerja merespons keputusan tersebut. Di antaranya disampaikan Co-founder dan Chief Product & Partnership Officer Ruangguru selaku pengelola Skill Academy Iman Usman. Skill Academy merupakan salah satu platform mitra program kartu prakerja yang sejumlah produknya merupakan paket atau bundling pelatihan.

Iman mengatakan, pihaknya mengapresiasi kebijakan manajemen pelaksana atau PMO program kartu prakerja. ”Seluruh materi pelatihan paket atau bundling yang kami tawarkan di Skill Academy sampai saat ini sudah melalui kurasi,” katanya kemarin (2/7). Kemudian juga sudah melewati proses verifikasi dan persetujuan dari PMO kartu prakerja. Menurut dia, materi pelatihan model paket atau bundling di Skill Academy juga serupa dengan yang ditawarkan mitra lain.

Dia menjelaskan, Ruangguru selalu siap mengikuti peraturan dari PMO. Termasuk ketentuan terbaru yang diberlakukan melalui surat edaran bertanggal 30 Juni 2020 itu. ”Kelas bundling di Skill Academy kini tidak dapat diakses melalui metode pembayaran kartu prakerja,” jelasnya. Namun, Iman menegaskan bahwa program pelatihan bundling tetap tersedia bagi para pengguna dengan pembayaran nonprogram prakerja. Misalnya, melalui transfer bank, ATM, kartu kredit, uang digital, dan sejenisnya.

Menurut Iman, materi pelatihan bundling disediakan untuk mempermudah pemilihan pelatihan. Dari sejumlah survei, banyak pengguna yang merasa bingung memilih kelas yang sesuai. Karena itu, mereka lantas menyatukan kelas-kelas dengan tema serupa. Hal itu juga bertujuan menunjang sebuah keterampilan dengan harga yang lebih terjangkau.

”Kami melihat bahwa kelas bundling membantu pengguna memilih kelas-kelas sesuai minat, komprehensif, dan berkesinambungan,” jelasnya. Selama ini di Skill Academy ada sistem yang selalu memantau dan mengikuti data perkembangan penyelesaian pelatihan peserta kartu prakerja di seluruh kelas bundling. Selain itu, ada data hasil tes akhir peserta di semua kelas, termasuk kelas-kelas yang dijual bundling. Data tersebut sudah mereka sampaikan ke PMO program kartu prakerja.

Mitra program kartu prakerja lainnya adalah Pintaria. Head of Marketing Communication Pintaria Zaneti Sugiharti mengatakan, di Pintaria hanya ada satu mitra pelatihan yang pernah menawarkan sistem paket atau bundling. Itu pun hanya berlaku sampai akhir Mei lalu. ”Sebelum keluar surat edaran bahwa program bundling tidak diperkenankan,” katanya. Karena hanya sebentar, cuma ada puluhan transaksi yang mengambil pelatihan paket itu.

Zaneti menegaskan, saat ini tidak ada lagi program pelatihan bundling yang ditawarkan para mitra di platform Pintaria. Sejak awal Pintaria ingin para peserta menuntaskan pelatihan yang diambil. Dengan program bundling, peserta dikhawatirkan tidak menyelesaikan seluruh materi pelatihan. Apalagi, satu konten materi bisa mencapai empat jam pelajaran.

Menurut Zaneti, program yang paling ramai dipilih di Pintaria saat ini adalah pelatihan menjadi barista atau membuka warung kopi di rumah. Kemudian, pelatihan sukses penjualan melalui media sosial. Disusul materi pelatihan tentang cara mudah mengawali bisnis kue dan roti dari rumah. ”Ada juga pelatihan menghasilkan uang sebagai fotografer pemula pakai kamera HP,” jelasnya. Selain itu, pelatihan bahasa Inggris dasar untuk para pengemudi ojek online.(jpg)