Senin, 6 April 2026

Sempat Tertunda, Penataan Pasar Toss 3000 Dilakukan Besok

Berita Terkait

batampos.co.id – Setelah tertunda beberapa kali, Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana menata Pasar Toss 3000, Jodoh pada Selasa (7/7) besok. Pasar Tos 3000 memang menjadi salah satu cluster penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengatakan, penataan akan dilakukan Selasa (7/7). Tim Terpadu akan turun untuk menata lokasi pasar yang sebelumnya sudah dikerjakan pengelola pasar.

”Besok (hari ini, red) persiapan Tim Terpadu dulu. Setelah itu, besoknya (Selasa) baru turun ke lokasi pasar,” kata Gustian, Minggu (6/7).

Tim terdiri dari petugas Satpol PP, kepolisian, TNI, Damkar, hingga tim kesehatan yang akan melakukan rapid test kepada pedagang yang ada di lokasi pasar.

”Tim nanti akan mengecat lokasi di sekitar pasar agar terlihat lebih rapi. Selain itu, juga memastikan protokol kesehatan di sana berjalan dengan baik,” jelasnnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batam juga mendesak Pemko Batam untuk segera menggelar rapid test massal di pusat-pusat keramaian. Rapid test ini diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Batam, khususnya di Pasar Toss 3000, yang dikhawatirkan menjadi cluster besar.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri, menuturkan bahwa rapid test massal di pasar tersebut menjadi langkah prioritas yang seharusnya dilakukan oleh Pemko Batam dalam waktu dekat.

”Kita memang mendesak pemko untuk dapat melakukan rapid test, khususnya di Pasar Toss 3000 guna mengetahui dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Harusnya ini menjadi skala prioritas,” ujar Ides dilansir dari Batam Pos, Senin (6/7).

Sebab, menurut politikus Partai Golkar tersebut, pasar merupakan salah satu tempat yang berpotensi paling rawan dalam penyebaran Covid-19, sehingga perlu dilakukan penanganan cepat. ”Apalagi untuk alat-alat rapid test tersebut cukup tersedia,” katanya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta Pemko Batam melakukan rapid test di pasar lain atau tempat keramaian lainnya yang berpotensi menimbulkan cluster baru di Batam.(*/jpg)

Update