batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam melalui masing-masing sekolah mengeluarkan tata tertib terkait kewajiban siswa dalam menjalani tahun ajaran baru 2020/2021, pertengahan Juli mendatang. Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, tata tertib tersebut sudah menjadi agenda tahunan sebagai panduan peserta didik baru yang akan memasuki masa sekolah nantinya.
Menurutnya, tata tertib berisi kewajiban peserta didik selama berada di sekolah. Seperti, seragam sekolah yang harus digunakan selama bersekolah, kelengkapan lain seperti jilbab, tali pinggang, dasi, hingga sepatu.
”Itu panduan saja. Jadi, mengenai seragam kalau orangtua mampu dan sanggup untuk membeli seragam, silakan saja, begitu juga yang tidak mampu, diperbolehkan tidak mengenakan seragam baru,” kata dia dikutip dari koran Batam Pos, Senin (6/7).
Hendri menyebutkan, karena masa pandemi Covid-19, sekolah diminta tidak mewajibkan orangtua siswa untuk membeli seragam baru. Hal ini diharapkan bisa meringankan beban orangtua hingga perekonomian kembali normal.
”Pak Wali kan ada rencana mau kasih seragam juga nanti. Informasinya nanti akan menggunakan bantuan dari perusahaan berupa CSR (Corporate Social Responsibility/Bantuan Sosial Perusahaan, red),” sebutnya.
Untuk itu, orangtua jangan merasa terbebani dengan tata tertib yang dikeluarkan pihak sekolah. Hendri mengungkapkan, berbagai kebijakan akan diambil agar bisa membantu orangtua menghadapi tahun ajaran baru ini.
Mengenai tahun ajaran baru, Hendri masih menunggu proses PPDB selesai. Pasalnya, masih ada peserta didik yang belum melakulan pendaftaran ulang. Untuk itu, ia memberi kesempatan untuk mendaftar ulang offline melalui pesan WhatsApp kepada operator sekolah.
”Kalau kesulitan ke website, bisa ke WA saja. Setelah selesai itu masih ada siswa yang tidak tertampung yang harus dicarikan solusinya,” imbuhnya.
Ia berharap, proses tahun ajaran baru bisa berjalan dengan baik. Meskipun hingga kini masih menunggu kebijakan terkait sistem belajar yang akan dijalankan. ”Masih kita tunggu dulu ya. Apakah masih SFH (School from Home/Belajar dari Rumah, red) atau tatap muka,” ucap Hendri.(*/jpg)
