batampos.co.id – Setelah tagihan listrik sebagian warga mengalami lonjakan di bulan Juni lalu, Bright PLN Batam kembali menurunkan tim petugas pencatat meteran ke rumah pelanggan. Selain itu, pelanggan diimbau untuk hemat dalam pemakaian listrik.

”Kami pastikan bulan ini dibaca. Kalaupun di rumahnya tidak ada orang, maka akan kami tinggalkan formulir. Pelanggan bisa fotokan meterannya dan kirim ke nomor yang tertera di formulir tersebut,” kata General Manager Service Unit Business (SBU) Bright PLN Batam, Fransis Al Jauhari, Jumat (3/7) lalu.

Dengan begitu, maka diharapkan dapat meminimalkan kesalahan yang mungkin bisa saja terjadi dan menyebabkan terjadinya lonjakan tagihan.

”Saran kita itu sebisa mungkin gunakan listrik dengan bijaksana. Kalau menyetrika jangan sedikit-dikit, sekali untuk semuanya saja. Dan kalau masukin barang ke kulkas jangan banyak-banyak, semakin banyak maka penggunaan energi juga semakin tinggi,” ucapnya.

Pihaknya juga akan memastikan pasokan listrik terjaga dengan baik, agar tidak terjadi gangguan. “Kalaupun ada gangguan, bisa ditangani secepat mungkin. Karena selama ini, hal itulah yang diinginkan oleh pelanggan dari sektor rumah tangga. Mengingat sekarang banyak kegiatan yang dilakukan di rumah. Seperti bekerja, belajar, dan hal lainnya,” katanya lagi.

PLN Batam akan rutin menjaga keandalan listrik sehingga menghilangkan potensi penyebab gangguan.“Kami juga rutin melakukan pemeriksaan di 1.600 gardu beton yang ada. Karena di gardu itu kan tak ada penjaganya, walaupun sebagiannya sudah dipasangi CCTv. Namun, di beberapa kasus gangguan yang bersumber dari gardu tetap ada,” katanya lagi. (*/jpg)