batampos.co.id – Sejak pagi hari ini, bebarap wilayah di wilayah Indonesia diguncang gempa. Setelah Laut Jawa dan Banten, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera juga diguncang gempa tektonik bermagnitudo 5,2 pada Selasa (7/7) pukul 13.16.22 WIB.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono seperti dilansir dari Antara di Jakarta mengatakan, gempa tidak berpotensi tsunami. Berdasar analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 7.29 LS dan 103.24 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 241 km arah tenggara Enggano, Bengkulu, pada kedalaman 10 km.
Menurut Rahmat, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
”Guncangan gempa dirasakan di daerah Kecamatan Limau Tanggamus pada skala I–II MMI dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Rahmat.
Hingga pukul 13.40 WIB, lanjut dia, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Sejak Selasa (7/7) pagi, terjadi beberapa kali gempa bumi berkekuatan di atas magnitudo 5,0. Yakni di wilayah Laut Jawa dengan magnitudo 6 terjadi pada pukul 05.54.44 WIB. Selanjutnya di Lebak Banten bermagnitudo 5,4 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M5,1 pada pukul 11.44.14 WIB. Kemudian gempa bermagnitudo 5,0 di laut selatan Pulau Jawa pada pukul 12.17.52 WIB. (antara)
