batampos.co.id – Kabar baik bagi warga Batam. Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri memberikan dispensasi berupa penghapusan denda pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini salah satunya ditujukan untuk memberikan keringanan kepada para pemilik kendaraan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala BP2RD Provinsi Kepri, Reni Yusneli, mengatakan, kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor itu berlaku hingga Desember 2020. Namun, pemberlakukan penghapusan denda itu hanya berlaku bagi wajib pajak yang jatuh temponya terhitung 26 Maret 2020 hingga Desember 2020.

“Kalau jatuh tempo 30 Juni 2020, kemudian bayar sekarang tanggal 6 Juli 2020 tidak kena denda. Kecuali kalau nunggaknya lebih dari 1 tahun atau di tahun sebelumnya, kena denda. Atau tidak dapat fasilitas penghapusan denda,” jelasnya dilansir Batam Pos, Selasa (7/7).

Sementara itu, pelayanan di Kantor Sistem Administrasi Manungal Satu Atap (Samsat) tampak sudah kembali normal, Senin (6/7). Sebelumnya, sejak dibuka untuk umum, Kantor Samsat dipenuhi masyarakat wajib pajak karena tutup operasional dari 26 Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

Reni mengatakan, sejak dibuka kembali pada 2 Juni lalu, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan demi kelancaran dan kesehatan pelayanan. Termasuk menyediakan fasilitas dalam penerapan protokol kesehatan.

“Untuk masyarakat (membayar pajak kendaraan, red) sudah kembali normal seperti hari-hari biasanya. Kita sudah siapkan tempat cuci tangan setiap sudut, hand sanitizer, dan bagi yang tidak pakai masker kita kasih masker,” kata Reni.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pihaknya membuat nomor antrean hingga 200 orang perhari untuk mengantisipasi antrean panjang. Namun kebijakan tersebut tidak diberlakukan lagi saat ini karena jumlah masyarakat yang datang tidak seramai sewaktu baru buka.

“Sekarang kita sudah melayani seperti biasa. Kecuali yang di corner mal. Itu ikut aturan waktu buka tutup mal,” tuturnya. (*/jpg)