Rabu, 1 April 2026

Ini Skema dan Pasokan Air yang Diperoleh Dari IPAL

Berita Terkait

batampos.co.id – Awalnya limbah domestik yang diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpusat di Bengkong Sadai awalnya akan langsung dibuang ke laut meski sudah memenuhi baku lingkungan.

Namun hal itu urung dilakukan karena limbah domestik tersebut dapat digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan air baku.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, Kota Batam sangat memerlukan sumber air baku.

Karena itu limbah domestik yang telah diolah di IPAL dan memenuhi standar mutu lingkungan akan dikembalikan ke waduk Duriangkang.

“Nantinya akan dipasang pipa sejauh 9 kilometer dari pusat IPAL di Bengkong Sadai ke waduk Duriangkang,” katanya, Rabu (8/7/2020).

kata dia, selain mendapatkan sumber air baku baru, dengan adanya IPAL akan menghasilkan pupuk kompos yang dapat menghijaukan Kota Batam.

“Jumlahnya bisa 18 m3/hari,” jelasnya.

Infografis by aliibenk/batampos.co.id

Ia mengatakan, ke depannya air yang berada di saluran drainase terutama di samping IPAL akan diolah dan dialirkan kembali ke Dam Duriangkang bersamaan dengan air hasil olahan limbah domestik.

“Jadi lumayan banyak air baku tambahan untuk masyarakat Batam, dari olahan IPAL ada (air baku,red) sekitar 230 liter/detik,” tuturnya.

Sehingga lanjutnya, dapat mengatasi krisis air baku di Kota Batam.

Ia melanjutkan, pembangunan IPAL pada tahap pertama dilakukan di kawasan Batam Centre dan diperkirakan selesai pada Desember 2020.

“Tujuan utama pembangunan IPAL di Batam adalah untuk menjaga waduk dari limbah domestik dan kualitas perairan pantai,” tuturnya.

Dengan adanya IPAL juga akan meningkatkan estetika lingkungan.

Dengan begitu investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Kota Batam.

“Sektor pariwisata kita juga akan lebih baik karena lingkungan, drainase dan perairan atau pantai menjadi lebih bersih,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.

BP Batam kata dia, berencana akan membangun 11 ribu pipa sambungan rumah.

Dengan begitu pengolahan limbah domestik bisa lebih maksimal dan keuntungan lainnya bagi masyarakat adalah tidak perlu lagi rutin untuk menyedot WC.

Iyus juga menegaskan, dengan adanya IPAL dapat menjaga kualitas air baku dari pencemaran limbah domestik dan mencegah menjamurnya eceng gondok di waduk.(esa/adv)

Update