batampos.co.id – Rencana penataan Pasar Toss 3000 Jodoh tak jadi dilaksanakan, Selasa (7/7) ini. Dengan begitu, sudah tiga kali rencana penataan pasar yang jadi sentra belanja kebutuhan pokok warga di Batam itu tertunda. Sayangnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdaga-ngan (Disperindag), belum bisa memastikan kapan waktu jelas penataan pasar tersebut.
Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, beralasan, penataan terpaksa ditunda karena pengelola masih meminta waktu untuk menata pedagang mereka sendiri. ”Kami coba langkah persuasif agar tidak ada keributan nantinya,” kata Gustian, Selasa (7/7).
Karena penundaan tersebut, ada kekhawatiran terhadap uji rapid test pedagang yang ikut tertunda beberapa kali. Untuk itu, pihaknya akan kembali memanggil pengelola untuk membahas penataan ini. ”Jadi nanti berbarengan semuanya, penataan juga dengan rapid test-nya. Makanya, perlu dimatangkan lagi rencananya. Paling dalam waktu satu atau dua hari ini, akan ada keputusan terkait hal ini,” ujarnya.
Gustian mengatakan, saat ini pengelola sudah mulai menata pedagang mereka. Namun, masih perlu dirapikan dan dipastikan protokol kesehatan dijalankan, agar tidak ada penambahan kasus Covid-19 di klaster Pasar Toss 3000 ini. ”Nanti ada sekitar dua ribu pedagang yang akan di-rapid test. Jadi sekalian penataan dan tes,” sebutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana menata Pasar Toss 3000, Jodoh pada Selasa (7/7), setelah tertunda beberapa kali. Pasar Tos 3000 memang menjadi salah satu cluster penyebaran Covid-19 di Kota Batam.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengatakan, penataan akan dilakukan Selasa (7/7). Tim Terpadu akan turun untuk menata lokasi pasar yang sebelumnya sudah dikerjakan pengelola pasar.
”Besok (hari ini, red) persiapan Tim Terpadu dulu. Setelah itu, besoknya (Selasa) baru turun ke lokasi pasar,” kata Gustian, Minggu (6/7). (*/jpg)
