batampos.co.id – Hilmi Heptana, pelaku percobaan pemerkosaan terhadap wali siswa di SMAN 1 Batam di Sekupang, Selasa (7/7) lalu mengaku, melakukan aksinya dengan spontan. Saat itu, ia melihat kedatangan wali murid berinisial S tersebut yang mengenakan pakaian gamis hitam.

“Orangnya (korban) cantik, seksi juga. Jadi tergiur saja, sehingga spontan melakukan,” ujar Hilmi di Mapolsek Sekupang, Rabu (8/7) pagi.

Hilmi diketahui kerap mengunjungi SMAN 1 untuk berolahraga. Selain itu, ia juga membantu orangtuanya untuk berjualan di kantin sekolah. “Saya jalan-jalan, sering olahraga di sana (SMAN 1 Batam),” kata warga Patam Lestari, Sekupang ini.

Pria 27 tahun ini menjelaskan, kedatangan korban ke sekolah tersebut terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) anaknya di sekolah tersebut. Kemudian, korban bertemu pelaku.

“Dia (korban) nanya ke saya. Gimana cara masukin anaknya ke sekolah ini. Saya tunjukin, kemudian dia ikut saya,” ungkapnya. Hilmi mengaku, sengaja mengajak korban menuju gudang sekolah yang terletak di bagian belakang. Kemudian, ia memaksa korban untuk membuka pakaian. “Setelah itu saya pulang. Polisi datang ke rumah,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku dipastikan tidak mengalami gangguan kejiwaan. “Saat dimintai keterangan, pelaku memberikan penjelasan dengan normal,” kata Yudi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Sebelumnya, Jajaran Polsek Sekupang mengamankan Hilmi Heptana, pelaku percobaan pemerkosaan terhadap wali calon siswa yang mendaftarkan anaknya di SMAN1 Batam, Selasa (7/7) siang. Pelaku memaksa korban untuk melayani hasrat seksualnya di gudang sekolah. (*/jpg)