batampos.co.id – Pada Kamis (9/7/2020), tim Gugus Tugas Covid-19 kembali merilis penambahan jumlah pasien Covid-19.

Mereka adalah tiga orang laki-laki, dua di antaranya menetap di Kecamatan Batu Ampar dan satu di Sagulung.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh cluster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19.

Dari yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada maupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19,” ujarnya.

Wali Kota Batam itu kembali mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah.

Tangkapan layar jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam yang dilansir dari website lawancorona.batam.go.id hingga Kamis (9/7/2020).

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Tetap dirumah saja dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.

Berikut riwayat perjalanan 3 pasien baru Covid-19 di Kota Batam:

1. M

Laki-laki berusia 32 tahun, swasta, beralamat di kawasan Batu Ampar.

M merupakan kasus baru Covid19 Nomor. 249 Kota Batam, yang bersangkutan merupakan ayah kandung dari Terkonfirmasi
Positif Kasus Nomor. 208.

Berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi yang dilakukan terhadap kasus anaknya tersebut selanjutnya pada 22 Juni 2020 bertempat di RS Budi Kemuliaan Batam dilakukanlah pengambilan swab pertama yang hasilnya diketahui pada 24 Juni 2020 dengan erkonftirmasi negatif.

Selanjutnya setelah 14 hari kemudian pada 6 Juli 2020 bertempat di RS Budi Kemuliaan Batam kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya terkonfirmasi positif.

2. P

Laki-laki berusia 45 tahun, dosen perguruan tinggi swasta, beralamat di kawasan Batu Ampar Kota Batam.

P merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 250 Kota Batam, yang bersangkutan mengatakan bahwa pada 17 Juni 2020 memeriksakan diri ke klinik Husada Tama Batam untuk melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan dengan hasil
“reaktif”.

Mengingat hasil RDTnya tersebut untuk itu pihak klinik kemudian menyerahkan pemantauan dan penanganannya selanjutnya ke Puskesmas Tanjung Sengkuang sesuai dengan alamat/domisili tempat tinggalnya dan diedukasi untuk melaksanakan karatina mandiri dirumahnya.

Kemudian pada 22 Juni 2020 bertempat di RS Budi
Kemuliaan Batam dilakukanlah pengambilan swab pertama yang hasilnya diketahui pada 24 Juni 2020 dengan Terkonfirmasi Negatif.

Selanjutnya setelah 14 hari kemudian pada 6 Juli 2020 bertempat di RS Budi kemuliaan Batam kembali dilakukan pemeriksaan swab
tenggorokan kedua yang hasilnya Terkonfirmasi Positif.

3. WA

Laki-laki berusia 19 Tahun, Pelajar/Santri, beralamat di kawasan Sagulung.

WA merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 251 Kota Batam. Pada 4 Juli 2020 yang bersangkutan memeriksakan diri ke Klinik Medi Plus untuk melakukan pemeriksaan RDT guna memenuhi persyaratan penerbangan ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikannya yang hasilnya diperoleh
“Reaktif”.

Mengingat hasil pemeriksaan RDTnya tersebut selanjutnya pemantauan dan penanganan yang bersangkutan dilakukan oleh Puskesmas Sungai Lekop sesuai dengan alamat tempat tinggalnya.

Kemudian pada 5 Juli 2020 oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Lekop yang bersangkutan dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina di rumah
sakit tersebut.

Pada 6 dan 7 Juli 2020 bertempat di RSKI Covid-19 Galang dilakukanlah pemeriksaan Swab Tenggorokan pertama dan kedua yang hasilnya terkonfirmasi positif.(*/esa)