batampos.co.id – Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Batam diimbau untuk tidak memaksanakan para siswa baru untuk mengenakan seragam saat masuk sekolah.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan bantuan dari perusahaan.

Ia berharap seragam sekolah untuk siswa baru tersebut bisa diperoleh dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kita lagi cari seragam untuk TK, SD, SMP. Saya ‘ngemis’ tak apalah, ‘ngemis’ untuk rakyat. Jadi untuk Bapak Ibu (orang tua siswa), kalau tak punya uang, tak usah dipaksa pakai seragam. Kalau punya uang, silakan beli,” tuturnya, Kamis (9/7/2020).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat memberikan penjelasan kepada para wali murid. Foto Media Center Pemko Batam

Ia mengatakan perkiraan seragam bantuan ini baru bisa dibagikan pada September mendatang.

Karena jumlah yang ada sekarang baru mencukupi sekitar setengah kebutuhan. Berdasarkan perhitungan, jumlah seragam baru yang dibutuhkan, sekitar 24 ribu lembar.

Sementara jumlah yang terkumpul saat ini baru sekitar 12 ribu lembar. Wali Kota Batam menjelaskan, dalam kondisi perekonomian sekarang ini orang tua murid tidak boleh dibebankan pengeluaran tambahan untuk seragam baru.

“Surat edaran sudah keluar. Untuk yang belum punya seragam, biarkan masuk dulu,” katanya.

Ia juga berpesan agar kepala sekolah mendata orang tua yang benar-benar tidak mampu.

Nanti Pemko Batam akan berusaha memberikan bantuan seragam sekolah kepada keluarga tidak mampu.(*/esa)