batampos.co.id – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih dalam status zona kuning penyebaran Covid-19.

Hal ini membuat Pemko Batam mengambil kebijakan kegiatan belajar mengajar pada awal tahun pelajaran 2020/2021 tetap dilakukan secara online.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, kebijakan itu diambil mengingat kondisi Batam yang masih ada penularan corona virus disease (Covid-19).

Sehingga kata dia, belum memungkinkan bagi para pelajar untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Karena baru tiga kecamatan yang masuk zona hijau, sementara sembilan lainnya masih kuning, maka kegiatan belajar mengajar masih online,” tuturnya, Jumat (10/7/2020).

Ilustrasi. Jawa Pos

Amsakar mengatakan, meski ada sebagian kecamatan yang masuk zona hijau, pemerintah daerah tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar dalam jaringan (daring) secara keseluruhan.

Dengan mempertimbangkan keamanan bagi para pelajar. Ia menjelaskan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aturan dari pemerintah pusat.

Atas surat keputusan bersama empat menteri, disebutkan untuk daerah yang belum masuk zona hijau kegiatan belajar masih dilakukan jarak jauh.

“Ada edaran menteri, sampai masuk zona hijau aktivitas pembelajaran dilakukan di rumah. Atas itu kita tetapkan untuk tetap sekolah secara daring. Sampai ada kebijakan baru dari kementerian,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Hendri Arulan, menambahkan, sekolah-sekolah di kota Batam sudah siap untuk melanjutkan kegiatan belajar daring.

Sistem yang digunakan sama dengan ketika pertama kali belajar daring diberlakukan saat awal penyebaran covid-19, Maret lalu.

“Pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan orang tua dan sarana prasarana sekolah,” ujarnya.

“Kalau bisa dengan zoom (aplikasi video conference). Kalau tidak, penugasan melalui Whatsapp grup kelas juga bisa,” tuturnya.

Hal itu lanjutnya tergantung kesepakatan orang tua dan sekolah.

“Yang penting kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” katanya.(*/esa)