Jumat, 17 April 2026

Begini Konidisi 9 Penumpang KM Sabuk Nusantara 36 yang Ditolak Saat Tiba di Natuna

Berita Terkait

batampos.co.id – Kondisi 9 penumpang SabuK Nusantara yang ditolak saat tiba di Kabupaten Natuna terlihat lemah dan pucat, setelah lima hari di atas kapal sejak berangkat dari Pelabuhan Sintete, Provinsi Kalimantan Barat pada 6 Juli 2020 menuju Kabupaten Natuna.

Mirisnya saat tiba di Kabupaten Natuna, mereka ditolak saat hendak turun ke pelabuhan Penagi.

Para penumpang KM Sbaun Nusantara 36 terlihat lemah dan pucat setiba sampai di Pelabuhan Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Ada dua orang diantara kami yang sempat pingsan,” kata salah seorang penumpang yang enggan namanya dituliskan, Sabtu (11/7/2020).

Saat tiba di Pelabuhan Tarempa, Tim Gugus Tugas Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polres berserta Dinas Kesehatan langsung menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Fahri Hidayat, mengatakan, para penumpang juga dilakukan Rapid Test.

Setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test, kesembilan penumpang tersebut dinyatakan non reaktif.

Fahri Hidayat anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas bersama anggota Polres Anambas bersama tim gugus tugas. saat melihat kondisi penumpang dan melihat surat keterangan kesehatan Covid -19. di Pelabuhan Tarempa , Sabtu ( 11/7/2020). Foto : Faidillah/batampos.co.id

Fahri Hidayat sangat menyayangkan, perusahaan pelayaran tidak berkoordinasi terlebih dahulu ke daerah tujuan.

“Harusnya mereka (perusahaan, red) berkoordinasi terlebih dahulu sebelum membawa penumpang ke daerah tujuan. Jika seperti ini, mereka (penumpang ,red) jadi korban. Sekarang mereka harus berlayar dalam waktu yang lama,” tuturnya.

Permintaan untuk diizinkan turun di Pelabuhan Tarempa terus dimediasi oleh Tim Gugus tugas bersama Nakhoda KM Sabuk Nusantara 36.

Awalnya sempat direncanakan untuk dikarantina selama empat hari menjelang kapal Perintis Sabuk 83 tiba di Tarempa, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan tujuan Natuna.

Sayangnya, rencana itu tidak dapat dilaksanakan setelah tim Gugus Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas menghubungi Kabupaten Natuna. Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Natuna menolak.

Upaya yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas ini diapresiasi oleh penumpang Sabuk 36 tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih atas upaya yang sudah dilakukan oleh Pemda Anambas. Meskipun akhirnya kami harus kembali. Kami sudah di lakukan pemeriksaan Rapid Test tanpa berbayar. Terimakasih dari kami bg,” ucap salah satu penumpang.”

Sebelumnya, penumpang kapal Perintis KM Sabuk 36 dari Sintete, Provinsi Kalimantan Barat ini harus kembali ke tempat asal. Mereka ditolak setelah tiba di pelabuhan Penagi, Ranai-Natuna pada Rabu 8 Juli 2020 lalu.(fai)

Update