batampos.co.id – Ratusan driver gojek mendatangi kantor DPRD Kota Batam untuk menyampaikan aspirasi dan rasa memprotes program yang dikeluarkan oleh PT Gojek Indonesia yang dinilai tidak menguntungkan mereka.

Saat berorasi salah seorang driver Gojek meminta PT Gojek Indonesia menghilangkan program BERKAT dan meminta evaluasi menurunkan tarif sebesar 20 persen.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Bata, Mochamad Mustofa, yang menerima para diver gojek berjanji akan menyampaikan keluhan mereka ke PT Gojek Indonesia di Kota Batam.

“Hari ini juga kami memanggil pihak manajemen gojek, karena ini kan panggilan resmi dari sebuah lembaga DPRD saya harap Gojek Indonesia harus menghormati itu,” ujarnya.

Para driver Gojek berunjukrasa di depan kantor DPRD Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ia mengatakan, apabila perwakilan manajemen PT Gojek Indonesia tidak hadir, pihaknya akan mendatangi kantor gojek di Kota Batam.

“Dikarenakan alasan pandemi tidak masuk akal memang, karena poin insentif ini ternyata dihitung dari jumlah orderan. Jadi jika mereka tidak dapat orderan tidak dapat insentif juga,” terangnya.

“Kenapa juga harus di hilangin padahal itu harapan merekakan. Saya juga baru tahu ternyata setiap ada orderan ada potongan sebesar Rp 3-4 ribu untuk ansuransi,” tambahnya.

Ia pun mempertanyakan dasar hukum apa yang digunakan PT Gojwk Indonesia memotong pendapatan dari setiap orderan yang diterima para diver.

“Bisa dibayangin setiap orderan dipotong segitu, kaya asuransi itu,” katanya.(nto)