batampos.co.id – Kecelakaan terjadi ruas Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas tepatnya di Simpang Kuda mengarah ke Terowongan Pelita, Rabu (15/7/2020).

Ahmad Frangky, pengendara yang melintas di lokasi, mengatakan, tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan pengendara sepeda motor tersebut terjatuh.

“Saya habis ngantar istri kerja, saat tiba di sini (Jalan Laksamana Bintan,red) bapak itu sudah terkapar di samping kanan jalan dengan kondisi luka-luka dibagian badan dan lengan,” ujarnya.

Sepeda motor korban lanjutnya juga mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Menurut Frangky, di Jalan laksamana Bintan, memang kerap terjadi kecelakaan. Dikarenakan badan jalan yang sudah dilebarkan menuju ke Nagoya melalui terowongan pelita kerap membingungkan pengendara.

Ruas jalan Laksamana Bintan, Sei Panas, Kota Batam kerap membingungkan para pengendara. Hal ini disebabkan setelah dilebarkan ruas jalan yang mengarah ke Nagoya terbelah menjadi dua. Foto; Dhiyanto/batampso.co.id

“Sering terjadi pada sore hari mas. Banyak bersenggolan pengendara roda dua dan empat. Karena jalan mengarah ke pelita ini sedikit membingungkan,” paparnya.

Korban yang ditanyai batampos.co.id, mengaku bernama Warman dan menetap di Bengkong Kolam.

“Saya mau TOP 100 Jodoh. Saya tidak ingat persis (kecelakaan, red) pak. Tiba-tiba seperti ada yang menyenggol bodi belakang motor saya dan saya langsung menabrak trotoar,” jelasnya.

Pantauan batampos.co.id di lokasi sejak dilebarkan ruas Jalan Laksamana Bintan dari Simpang BNI menuju Pelita belum ada penambahan rambu-rambu lalu lintas.

Badan jalan yang dilebarkan juga sangat membahayakan bagi para pengendara. Karena badan jalan di satu jalur tersebut yang menuju arah Nagoya, terbelah dua.

Bahkan setelah dilebarkan, ruas jalan tersebut masih kerap terjadi kemacetan terutama pada pagi dan sore hari.(nto)