batampos.co.id – Kejadian pilu dialami balita laki-laki di Arab Saudi. Balita tersebut meninggal di Rumah Sakit Umum Shaqra setelah alat swab yang digunakan untuk usap hidung patah di dalam hidungnya.
Menurut portal berita Sabaq, dilaporkan bahwa awal mulanya balita tersebut mengalami demam tinggi. Kemudian dia dilarikan ke rumah sakit. Seperti diberitakan Jawapos.com yang dilansir dari Gulf News, Kamis (16/7), ketika dia menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak, ternyata alat swab patah di dalam hidungnya.
Tim medis lantas melakukan berbagai tindakan anestesi untuk menyelamatkan balita tersebut. Namun, kelalaian tim medis tersebut mengakibatkan balita itu kehilangan kesadaran karena sumbatan pada saluran pernapasan. Dia meninggal 24 jam setelah masuk rumah sakit.
Abdullah Al Joufan, ayah dari anak itu, menceritakan detail kejadian tragis itu. Dia membenarkan bahwa dirinya menolak untuk menjalani anestesi umum untuk anaknya. Tetapi dokter bersikeras bahwa peristiwa itu membuat anaknya harus dioperasi. Namun sang ayah meminta pemeriksaan anak dilakukan oleh dokter spesialis. Sayangnya, staf menyatakan bahwa dokter spesialis sedang cuti.
Abdullah melihat kondisi kesehatan anaknya memburuk. Ayahnya meminta agar anaknya dipindahkan ke rumah sakit khusus di Riyadh. Meskipun disetujui, ambulan datang terlambat dan anaknya telah dinyatakan meninggal.
Sang ayah tak terima. Abdullah telah menyerahkan dua laporan agar dilakukan penyelidikan secara hukum atas kematian anaknya. Dia menyebut ada kelalaian atas peristiwa tersebut. Dia meminta menteri kesehatan untuk membentuk komite investigasi.
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al Rabiah menyampaikan belasungkawa atas kematian balita tersebut. Sementara itu, Direktur Urusan Kesehatan di Riyadh, Hassan Al Shahrani, menyatakan kasus itu harus segera diusut.(jpg)
